28 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Jepara 2026, Satu Wakili Jawa Tengah

14 hours ago 6

Jepara, infojateng.idSebanyak 28 pelajar terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jepara 2026. Mereka merupakan hasil seleksi dari lebih dari 300 pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jepara.

Ke-28 pelajar tersebut dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Jepara di Pendopo Kartini, Jumat (14/8/2026). Mereka terdiri atas 16 putra dan 12 putri dari 15 sekolah.

Pengukuhan menjadi penanda dimulainya tugas para pelajar untuk mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu pelajar yang terpilih adalah Alysia Zerlina A., 16, siswi SMA Negeri 1 Bangsri asal Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang. Ia dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara pengibaran bendera.

Alysia mengaku harus menjalani latihan secara intensif untuk memastikan setiap gerakan dilakukan secara konsisten. Menurutnya, kelelahan selama latihan menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan tetap menjaga profesionalitas.

“Terus konsisten gerakannya dari awal sampai akhir walaupun lelah, tapi saya tetap harus profesional,” kata Alysia.

Untuk menjaga ketenangan saat bertugas, Alysia juga menyiapkan mental dengan afirmasi positif. Ia menyebut kesempatan menjadi Paskibraka sebagai kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar.

“Saya bisa, saya harus bisa karena ini adalah tugas negara satu tahun dalam sekali seumur hidup,” ujarnya.

Menurut Alysia, pembinaan Paskibraka juga membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Ia merasa menjadi lebih disiplin, fokus, dan teratur ketika menghadapi persoalan.

Pelajar lainnya, Devan Putra L., 15, dari SMA Negeri 1 Donorojo, terpilih sebagai pembentang bendera. Ia harus melewati sejumlah tahapan sebelum dinyatakan lolos.

Tahapan tersebut antara lain seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, parade, hingga tes kesamaptaan fisik.

Devan mengatakan proses latihan juga menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan lokasi karena beberapa tempat digunakan untuk kegiatan lain. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta.

“Kita tetap mengatasinya dengan tetap berlatih di tempat-tempat yang sekiranya masih bisa digunakan buat latihan,” kata Devan.

Di tengah padatnya latihan, Devan tetap berusaha membagi waktu dengan belajar. Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang mampu menjadi contoh bagi teman-teman dan masyarakat.

Selain 28 Paskibraka tingkat Kabupaten Jepara, proses seleksi juga mengantarkan satu pelajar Jepara ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Arno Cakra H., 16, siswa SMA Negeri 1 Jepara, terpilih untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pelatih Paskibraka Kabupaten Jepara dari unsur Polres Jepara, Dedy Apriliyanto, mengatakan seleksi dilakukan secara bertahap dan melibatkan sejumlah aspek.

“Mulai dari administrasi, TWK, TIU, baris-berbaris, tes fisik, dan psikotes melalui wawancara,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, jumlah pendaftar Paskibraka Jepara tahun ini mencapai lebih dari 300 pelajar. Setelah melalui seluruh rangkaian seleksi, 28 peserta dinyatakan terpilih dan mengikuti pembinaan hingga persiapan pelaksanaan tugas.

Latihan dimulai sejak 25 Juli 2026. Pada Sabtu dan Minggu, peserta belum menjalani karantina sehingga latihan dilakukan dari rumah masing-masing.

Dedy menegaskan pembinaan Paskibraka tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan fisik dan baris-berbaris. Para peserta juga dibentuk agar memiliki kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan berkomunikasi di depan umum.

“Yang awalnya para peserta malu, tidak bisa menyampaikan di muka umum, sekarang sudah mulai bisa menyampaikan pendapat-pendapatnya,” katanya.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan Paskibraka merupakan bagian dari proses kaderisasi calon pemimpin bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris dan mengibarkan Sang Merah Putih. Namun, menjadi Paskibraka adalah tentang disiplin, tanggung jawab, integritas, kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air,” kata Hajar.

Ia juga meminta para Paskibraka menjaga sikap dan perilaku di lingkungan masing-masing. Mereka diingatkan untuk menjadi teladan bagi teman sebaya serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Setelah dikukuhkan, 28 Paskibraka Kabupaten Jepara kini bersiap menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sementara Arno Cakra H. akan menjalankan tugas pada upacara tingkat Provinsi Jawa Tengah. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |