SUMBA TIMUR, iNews.id – Polemik komentar di media sosial yang menyeret sejumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) di berbagai daerah turut melibatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah komentarnya viral, nakes rumah sakit tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di akun Threads pribadinya.
Wanita yang diketahui bernama Hilda Clarisa Theophilus itu mengakui komentarnya merupakan tindakan tidak bijaksana dan tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang nakes.
Baca Juga
DPR Desak Kemenkes Investigasi hingga Sanksi Para Nakes yang Bully Pasien BPJS
Dalam video tersebut, Hilda menyampaikan penyesalan mendalam serta meminta maaf kepada masyarakat, pimpinan rumah sakit, rekan sejawat dan seluruh pihak yang terdampak, termasuk institusi RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.
Permintaan maaf itu diharapkan menjadi langkah awal untuk meredakan polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, perhatian publik kini juga tertuju pada langkah pembinaan dan evaluasi yang dilakukan manajemen rumah sakit terhadap staf yang bersangkutan.
Baca Juga
Kemenkes Kecam Nakes Ramai-Ramai Bully Pasien BPJS: Harus Bijak Bermedsos!
"Saya sadar tindakan saya tersebut sepenuhnya salah dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Saya menyadarai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang tenaga kesehatan," ucap Hilda.
Manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu menegaskan, komentar yang viral tersebut merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap maupun kebijakan resmi rumah sakit.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































