Pelatihan Pelatih Renang Lisensi B Nasional Digelar di Batang, Dorong Prestasi hingga Sport Tourism

14 hours ago 3

Batang, infojateng.idKabupaten Batang kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga tingkat nasional. Kali ini, daerah tersebut menjadi lokasi Pelatihan Pelatih Renang Kategori B Tingkat Nasional yang diikuti puluhan pelatih dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Batang ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga akuatik, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata daerah melalui konsep sport tourism.

Ketua Panitia Pelatihan Tisna Zuhri Madina mengatakan, Batang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga tingkat nasional.

“Kalau untuk pelatihan yang kita adakan di Provinsi Jawa Tengah, tahun ini penyelenggaranya adalah Kabupaten Batang. Jadi Kabupaten Batang memang punya value yang bagus untuk pengadaan pelatihan pelatih renang kategori utama atau nasional,” ujar Tisna di Hotel Sendang Sari Batang, Kamis (20/8/2026) malam.

Untuk menjaga efektivitas pelatihan, jumlah peserta dibatasi. Dari kuota maksimal 40 peserta sesuai ketentuan Pengurus Besar Akuatik Indonesia, tercatat 33 pelatih mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka berasal dari sejumlah provinsi, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Riau, Banten, dan Jawa Barat.

Materi yang diberikan berada pada tingkat lanjutan atau performance advanced. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai sports conditioning, biomekanika, anatomi, sains teknik, psikologi atlet hingga penyusunan program nutrisi.

Sejumlah instruktur berpengalaman turut dihadirkan, termasuk pelatih Pelatnas PB Akuatik Indonesia Albert C. Sutanto, pelatih sports conditioning Deniss J. Tiwa, pakar biomekanik Tri Tunggal, mantan pelatih Pelatnas Hartadi Nurjojo serta pakar psikologi olahraga Widya Ayu.

Ketua Akuatik Batang Andang Tri Kusnaedy menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih menjadi kebutuhan penting karena jumlah pelatih berlisensi B di Batang masih terbatas.

Sebelumnya, Batang hanya memiliki tiga pelatih dengan lisensi B. Dalam pelatihan kali ini, tiga pelatih dari Batang kembali mengikuti proses sertifikasi.

“Harapannya nanti para pelatih ini bisa menimba ilmu, menambah dan meningkatkan kompetensi, serta tersertifikasi untuk kepelatihan nasional. Khusus Kabupaten Batang ada tiga peserta yang ikut. Kalau ditambah tiga yang dulu, berarti sekarang kita punya enam pelatih lisensi B,” kata Andang.

Dia menjelaskan, para peserta bukan pelatih pemula. Mereka telah memiliki pengalaman dalam membina klub dan atlet renang di daerah masing-masing.

Dengan pembekalan dari instruktur berpengalaman hingga akhir pekan, peningkatan kualitas pelatih diharapkan turut berdampak terhadap pembinaan atlet, terutama kelompok usia muda.

Selain peningkatan kualitas olahraga, pelaksanaan pelatihan nasional tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Batang kepada peserta dari berbagai daerah.

Andang menyebut kehadiran puluhan pelatih dari luar daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kuliner, kawasan perkotaan hingga fasilitas akomodasi yang dimiliki Batang.

“Selain olahraga, ini sebenarnya untuk pariwisata juga. Yang datang dari seluruh Indonesia jadi tahu kuliner Batang, Alun-alun, dan fasilitas seperti Hotel Sendang Sari ini. Makanya saya perjuangkan tempatnya harus di Batang,” ujarnya.

Konsep tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari strategi sport tourism, yakni menggabungkan kegiatan olahraga dengan promosi destinasi dan ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua KONI Batang Teguh Supriyanto mengapresiasi langkah Akuatik Batang yang menggelar pelatihan lisensi B tingkat nasional.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung prestasi atlet.

“Dari KONI kita mengapresiasi setinggi-tingginya pada cabor akuatik yang telah menyelenggarakan pelatihan lisensi B tingkat nasional ini. Mudah-mudahan SDM dan prestasinya makin meningkat, serta bisa ditiru oleh cabor-cabor lain,” kata Teguh.

Dia berharap peningkatan kompetensi pelatih dapat memberikan dampak terhadap prestasi atlet renang Batang, terutama dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Untuk kelompok umur junior ini sudah mulai menanjak. Mudah-mudahan di Porprov berikutnya prestasi atlet renang Batang bisa jauh lebih meningkat,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |