PLN Bongkar Mitos Radiasi Tower SUTT

3 days ago 12

Batang, infojateng.id – PLN baru-baru ini menggelar sosialisasi yang unik dan hangat bertajuk “Tetap Aman Dekat Tower SUTT” atau dalam Bahasa Jawa, “Cedhak Tower SUTT Isih Aman.”

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) datang langsung ke tengah-tengah masyarakat Batang untuk membongkar mitos dan memastikan satu hal: hidup aman di dekat jaringan transmisi listrik itu sangat mungkin.

Ratusan warga dari Desa Penundan dan Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang tumpah ruah di balai desa setempat.

Kekhawatiran utama warga adalah dampak kesehatan dari radiasi listrik tegangan tinggi. Untuk menjawab keresahan ini, PLN menghadirkan narasumber dari praktisi kesehatan.

Dokter Puskesmas Banyuputih Jul Hendro, tampil ke depan dan memberikan penjelasan yang menenangkan.

“Bahwa medan listrik dan medan magnet yang dipancarkan oleh jaringan tegangan tinggi termasuk dalam kelompok radiasi non-pengion, yang secara ilmiah relatif tidak berbahaya,” kata Hendro saat ditemui di Balai Desa Banyuputih, Kabupaten Batang, Rabu (26/11/2025).

Bahkan, ia memberikan perbandingan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari:

“Gangguan kesehatan itu bukan karena satu faktor, tapi banyak faktor yang mempengaruhi, jadi terapkan pola hidup yang sehat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa di rumah dan kantor pun, kita dikelilingi medan listrik dan medan magnet buatan.

Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (PLN UPP JBT 4) Ainanto Nindyo, hadir untuk menjabarkan peran vital SUTT bagi pasokan listrik andal, sekaligus menjelaskan konsep kunci: Ruang Bebas dan Jarak Aman.

Ainanto mengakui masih banyak isu keselamatan yang beredar di masyarakat. Melalui sosialisasi ini, PLN ingin menumbuhkan rasa percaya diri warga.

“Kami menyoroti masih banyak isu khususnya kesehatan dan keselamatan saat berada di dekat menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT),” katanya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menumbuhkan rasa aman dan percaya diri warga, bahwa keberadaan tower SUTT tidak berbahaya.

“Justru keberadaannya penting untuk menjaga pasokan listrik yang andal bagi masyarakat,” terang Nindyo.

Intinya, tinggal di sekitar menara SUTT akan aman asalkan aktivitas warga dilakukan sesuai dengan ketentuan jarak aman yang sudah diatur pemerintah.

Kampanye keselamatan ini dilakukan dengan pendekatan yang merangkul masyarakat lokal. PLN menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, agar pesannya diterima lebih akrab.

Bagi PLN, kampanye ini adalah upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan bersama.

Dijelaskan, kampanye ini tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.

“Kami ingin warga tahu bahwa PLN hadir bukan hanya untuk membangun, tapi juga untuk mendengarkan dan memastikan keamanan bersama,” pungkasnya.

PLN berkomitmen akan terus melakukan pemeriksaan rutin dan berkolaborasi erat dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk menjaga keselamatan dan keharmonisan di sekitar jalur transmisi listrik. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |