Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

1 month ago 64

Batang, infojateng.id – Proyek strategis daerah “Batang Terang” melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Batang terus menunjukkan progres signifikan.

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap penyiapan transaksi, dengan target seluruh lampu PJU di jalan kabupaten dapat menyala pada awal tahun 2027.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi menyampaikan, bahwa inisiasi awal proyek ini dilakukan melalui komunikasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) pada Maret 2025.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan kemudian mendorong percepatan KPBU PJU (Alat Penerangan Jalan/APJ) karena program ini merupakan salah satu program strategis, yaitu Batang Terang, yang sudah tercantum dalam RPJMD.

“APJ, terutama di ruas jalan kabupaten, diharapkan hampir 85% atau sekitar 7.000 sekian titik bisa menyala di tahun 2027, tepatnya harapan Pak Bupati di Januari 2027,” kata Bagus, saat ditemui di kantornya, Senin (15/12/2025).

Bagus Pambudi merincikan empat tahap utama dalam proyek KPBU ini: perencanaan, penyiapan transaksi, transaksi (lelang), dan manajemen.

Tahap Perencanaan: Sudah selesai, ditandai dengan selesainya Forum Konsultasi Publik atas Studi Pendahuluan.

Tahap Penyiapan Transaksi: Saat ini sedang berlangsung hingga Desember 2025. Kegiatan utamanya meliputi:

Penyusunan dokumen Pra-Studi Kelayakan (Pra-FS).

Pengiriman surat permohonan agar proyek dimasukkan dalam Daftar Rencana KPBU Kementerian Bappenas (PPP Book).

Pengajuan permohonan pertimbangan perhitungan Rasio Kemampuan Membayar Ketersediaan Layanan (RKMKL) kepada Gubernur.

“Apabila Pra-FS sudah disempurnakan dan RKMKL sudah terbit, baru kita menyusun yang namanya Dokumen Pengadaan. Setelah dokumen pengadaan selesai, proyek akan transisi menuju Tahap Transaksi atau Lelang. Targetnya, proses transaksi atau lelang akan dimulai pada akhir Januari tahun depan,” jelasnya.

Namun, sebelum lelang, pada minggu ketiga Januari, akan diagendakan Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding).

Market sounding ini bertujuan mengundang calon investor dan lender (pemberi pinjaman) untuk memastikan adanya peserta yang tertarik mengikuti proses lelang.

Nilai proyek KPBU APJ Batang terbilang besar, dengan rincian, Modal Awal (Capital Expenditure) Rp126 miliar, Biaya Operasional (selama 10 tahun) Hampir Rp200 miliar, dan Total Proyek Mendekati Rp300 miliar.

Baperida Kabupaten Batang, didampingi PT PII, Kementerian Bappenas, Kemenkeu, Kemendagri, dan LKPP, akan mengadakan market sounding dan berharap banyak investor yang hadir dan tertarik.

“Market sounding ini sifatnya terbuka. Para pelaku usaha di Kabupaten Batang untuk turut serta. Bila memiliki kompetensi, kualifikasi, dan juga bisa membentuk konsorsium untuk pendanaannya, silakan untuk turut serta dalam proses lelang. Malah kita dorong seluas-luasnya,” paparnya.

Langkah ini diambil karena penyedia KPBU APJ di Indonesia masih belum banyak.

Dengan market sounding, yang mungkin dilakukan lebih dari sekali, diharapkan informasi proyek ini tersebar luas dan menarik banyak Badan Usaha Pelaksana yang kompeten untuk berinvestasi di Batang. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |