JAKARTA, iNews.id - Sinema karya santri mulai mendapat ruang lebih luas melalui Santri Film Festival (SANFFEST) 2026. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival ini membawa ambisi untuk menjadikan karya sinematik anak pesantren tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus panggung perfilman internasional.
SANFFEST 2026 mengusung tema 'The Verses in Motion' yang menerjemahkan nilai-nilai Al-Quran dan ayat-ayat kehidupan ke dalam bahasa visual yang universal.
Baca Juga
Karakter Poster Happy Asmara di Film Cidro Asmoro Bikin Penasaran, Seperti Apa Perannya?
Festival ini digagas Neno Warisman bersama Kementerian Kebudayaan di bawah arahan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dengan Yayasan Indonesia Mengasuh Berbudaya (YIMB) sebagai pelaksana.
SANFFEST 2026 bidik panggung dunia. (Foto: Istimewa)Aktor sekaligus sutradara muda yang merupakan alumni pesantren, Syakir Daulay, menilai karya film dari lingkungan pesantren memiliki potensi besar untuk berbicara mengenai berbagai persoalan kehidupan.
Baca Juga
35 Link Nonton Selain Rebahin dan IndoXXI, Ada Banyak Film Sub Indo Baru!
Menurut Syakir, film yang lahir dari kalangan santri tidak harus selalu identik dengan cerita religi yang disampaikan melalui dialog atau ceramah. Nilai-nilai kesantrian justru dapat hadir secara natural melalui karakter, konflik, alur cerita, hingga cara film tersebut melihat realitas sosial.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































