Kajen, infojateng.id – Sebanyak 100 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan mengikuti program khitanan massal yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, baru-baru ini.
Kegiatan sosial tahunan ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan menggunakan metode khitan modern tanpa jarum suntik.
Metode tersebut dinilai mampu memberikan rasa nyaman kepada peserta karena proses anestesi dilakukan tanpa suntikan. Klinik Medina Rahma sebagai pelaksana medis menggunakan salep dan semprotan anestesi sebelum tindakan khitan dilakukan.
Owner Klinik Medina Rahma, dr. Imam Prasetyo, menjelaskan penggunaan teknologi modern tersebut bertujuan mengurangi rasa takut dan nyeri yang kerap dialami anak saat menjalani khitan.
“Prosedur dilakukan menggunakan salep anestesi dan semprotan untuk mengurangi rasa sakit. Ini membuat anak-anak lebih nyaman saat proses berlangsung,” ujarnya.
Tak hanya memberikan pelayanan saat tindakan, tim medis juga memastikan peserta mendapatkan pendampingan setelah khitan. Pemantauan dilakukan melalui grup komunikasi yang melibatkan tenaga kesehatan dan keluarga peserta.
“Kami tetap melakukan monitoring pascakhitan. Jika ada keluhan, tim siap datang langsung ke rumah,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Selain menjalani prosesi khitan, para peserta juga dihibur dengan penampilan badut sehingga suasana menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Salah seorang peserta, Naufal Ulin Nuha, mengaku senang dapat mengikuti program tersebut. Ia mengatakan keinginannya untuk dikhitan akhirnya terwujud melalui kegiatan yang digelar Baznas.
“Iya, senang, karena sudah lama memang ingin khitan. Di sini juga dapat hadiah dan bisa lihat badut,” katanya.
Setelah menjalani khitan, setiap peserta menerima paket bantuan berupa sarung, baju koko, peci, uang saku sebesar Rp500 ribu, serta uang transportasi senilai Rp150 ribu.
Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Muhtarom, mengatakan program khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan yang dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Karena itu, sasaran utama kegiatan adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Syarat utama peserta khitan harus dari keluarga miskin karena kegiatan ini menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, mengapresiasi konsistensi Baznas dalam menyelenggarakan program sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, khitanan massal telah menjadi agenda rutin tahunan yang mencerminkan pengelolaan dana umat secara baik dan tepat sasaran.
“Ini kegiatan rutin setiap tahun dan hasil audit BPK tahun ini juga WTP, yang menunjukkan pengelolaan yang sangat baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Baznas Kabupaten Pekalongan berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu sekaligus memberikan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak yang mengikuti khitanan massal. (eko/redaksi)

2 weeks ago
22

















































