330 Siswa SMAN 3 Pati Belajar AI, Polisi Tekankan Etika Bermedia Digital

3 hours ago 2

Pati, infojateng.id – Sebanyak 330 siswa SMA Negeri 3 Pati mengikuti pelatihan pemahaman kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang digelar Polresta Pati.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya dikenalkan pada pemanfaatan AI, tetapi juga diingatkan mengenai etika dan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi di ruang digital.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Paham AI dan Sosialisasi Pengenalan Senopati Academy AI tersebut berlangsung di SMA Negeri 3 Pati, belum lama ini. Peserta terdiri atas siswa dari 10 kelas.

Kapolresta Pati melalui Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono mengatakan, pemahaman AI penting diberikan kepada pelajar seiring pesatnya perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“AI saat ini berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu mengenal teknologi ini sejak dini agar dapat menggunakannya dengan baik,” ujar Joko.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Namun, penggunaannya harus tetap disertai tanggung jawab agar siswa tidak bergantung sepenuhnya pada hasil yang diberikan teknologi tersebut.

“AI bisa membantu siswa mencari ide, memahami materi dan mendukung proses belajar. Tetapi AI bukan untuk menggantikan proses berpikir. Siswa tetap harus memahami dan memeriksa kembali informasi yang diperoleh,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, Trainer AI Polresta Pati memberikan materi mengenai pengenalan AI dan Senopati Academy AI. Para siswa diperkenalkan pada manfaat serta cara menggunakan teknologi tersebut secara tepat dan bijak.

Joko menekankan, pemanfaatan AI harus dibarengi pemahaman mengenai etika. Teknologi tersebut diharapkan digunakan untuk mendukung kegiatan positif dan tidak disalahgunakan.

“Kami ingin siswa tidak hanya tahu cara menggunakan AI, tetapi juga memahami batasan dan etika dalam penggunaannya. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Selain etika, siswa juga diminta tetap kritis terhadap informasi yang dihasilkan AI. Setiap informasi perlu diperiksa dan diverifikasi sebelum digunakan maupun disebarluaskan.

“Anak-anak harus dibekali kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa menggunakan AI untuk kegiatan yang positif, kreatif dan mendukung prestasi,” ungkap Joko.

Ia berharap edukasi mengenai AI dapat terus dilakukan sehingga pelajar memiliki bekal yang memadai dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar dan dikembangkan menjadi kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan para siswa,” pungkasnya.

Dari 330 peserta, sebanyak 310 siswa mendapatkan sertifikat setelah mengikuti kegiatan. Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung aman, lancar, dan mendapat antusiasme dari para peserta. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |