MOSKOW, iNews.id - Rusia memburu pendiri Telegram, Pavel Durov, dengan memasukkannya dalam daftar buronan internasional. Badan intelijen Rusia FSB menuduh Durov membantu aktivitas Ukraina dengan membiarkan platform Telegram digunakan untuk mendukung aksi sabotase, terorisme, hingga penipuan siber.
Menurut FSB, Telegram menolak menghapus unggahan dan akun yang terkait dengan Ukraina. Rusia menilai kebijakan tersebut membuat platform itu dimanfaatkan dinas intelijen Ukraina untuk menjalankan berbagai operasi yang mengancam keamanan Rusia.
Baca Juga
Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup
Dalam pernyataannya, FSB menyebut dinas intelijen Ukraina menggunakan Telegram untuk mempersiapkan aksi sabotase dan terorisme di wilayah Rusia, termasuk pembunuhan massal serta penipuan siber yang menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
FSB juga mengklaim aktivitas tersebut menyebabkan kerugian materiil hingga miliaran dolar AS.
Baca Juga
Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov
"Kepala administrasi Telegram, P Durov, telah didakwa sebagai bagian dari kasus pidana yang sedang berlangsung, atas dasar kejahatan berdasarkan Bab 1.1 Pasal 205.1 (bantuan terhadap aktivitas terorisme) dari KUHP Rusia, dia telah dimasukkan dalam daftar buronan internasional," demikian pernyataan FSB, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (29/7/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































