Kabupaten Semarang, infojateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mulai mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau dengan menempatkan dua toren atau tandon air di Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang setiap tahun terdampak kekeringan.
Penempatan toren air dilakukan pada Kamis (2/7/2026) di Dusun Krajan, Desa Plumutan. Selain mengirimkan dua tandon, BPBD juga menyalurkan bantuan awal sebanyak 3.000 liter air bersih kepada warga di dua desa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengatakan penempatan toren dilakukan sebelum puncak musim kemarau agar proses distribusi bantuan air nantinya menjadi lebih cepat dan efisien.
“Ini sesuai arahan Bapak Bupati untuk memudahkan penyaluran bantuan air bersih,” ujarnya.
Menurut Alexander, bantuan yang disalurkan merupakan distribusi air bersih pertama pada musim kemarau tahun 2026. Keberadaan toren di dekat permukiman warga diharapkan dapat mempercepat penyaluran saat kebutuhan air meningkat.
BPBD Kabupaten Semarang telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 750 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sepanjang musim kemarau tahun ini.
Jumlah tersebut disusun berdasarkan evaluasi permintaan bantuan air bersih pada musim kemarau 2024 dan 2025.
Meski demikian, BPBD juga menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kering dapat berlangsung hingga tujuh bulan.
“Bisa saja kita ajukan perubahan anggaran ataupun menggandeng pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Intinya, kami siap menghadapi dampak musim kemarau tahun ini,” tegas Alexander.
Sementara itu, Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, menyambut baik bantuan toren air dari BPBD. Menurutnya, keberadaan tandon permanen jauh lebih efektif dibandingkan cara yang selama ini digunakan warga untuk menampung bantuan air bersih.
“Selama ini kami menggunakan terpal plastik untuk menampung air bantuan. Setiap tahun harus diganti. Dengan adanya toren ini tentu bisa digunakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Semarang berharap langkah antisipatif tersebut mampu mengurangi dampak kekeringan yang rutin melanda sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Bancak.
Selain memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, penempatan toren juga diharapkan membuat proses distribusi bantuan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien selama musim kemarau berlangsung. (eko/redaksi)

2 weeks ago
23

















































