Surakarta, Infojateng.id— Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta, memasuki hari ketiga, Sabtu, 5 September 2026. Meski api di permukaan terus dipadamkan, bara masih berada di dalam timbulan sampah seluas sekitar 4,4 hektare.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan cepat dan keselamatan warga menjadi prioritas.
Ahmad Luthfi juga berkoordinasi dengan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto dan sejumlah pihak terkait. Ia meminta seluruh kekuatan dikerahkan untuk menuntaskan titik-titik api yang masih berada di dalam timbunan sampah.
“Hari ini kita lakukan pengecekan terkait penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Ini sudah hari ketiga. Tadi sudah kita rapatkan dengan wali kota dan stakeholder. Jangan sampai terulang kembali dan kita utamakan terkait keselamatan warga,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, penanganan kebakaran harus dilakukan secara bersama-sama oleh Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta, TNI-Polri, dan seluruh pihak terkait.
“Begitu wali kota atau bupati menyatakan siaga bencana, maka secara otomatis provinsi dan semuanya akan terjun langsung. Hari ini seluruh dinas kita ada di sini,” ujarnya.
Pemadaman dilakukan petugas pemadam kebakaran dari Kota Surakarta dan sejumlah daerah di Soloraya. Polri juga mengerahkan dua unit water cannon. Sementara itu, helikopter digunakan untuk melakukan water bombing.
Namun, kapasitas air helikopter yang digunakan saat ini masih terbatas. “Helikopter maksimal cuma 300 liter. Saya sudah bersurat ke Mabes TNI agar dikirim lagi nanti 2.000 liter untuk membackup karena masih menganga di dalam. Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus,” tegasnya.
Selain pemadaman, Pemprov Jateng juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Dokter spesialis dari RSUD dr Moewardi dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta diterjunkan, sementara petugas kesehatan disiagakan selama 24 jam.
Bantuan makanan dan masker juga diberikan kepada warga serta petugas di lokasi.
Pemantauan kualitas udara turut dilakukan. Kementerian Lingkungan Hidup telah menurunkan mobil pemantau untuk memastikan kondisi udara di sekitar TPA tetap terpantau.
“Kami tidak ingin implikasi kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya,” kata Ahmad Luthfi.
Kebakaran TPA Putri Cempo juga menjadi evaluasi penting terkait pengelolaan sampah. Berdasarkan data yang disampaikan, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai sekitar 421,48 ton per hari, sementara yang terkelola baru sekitar 11,80 persen.
Ahmad Luthfi meminta kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pengelolaan sampah harus diperkuat mulai dari pengurangan timbulan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah menjadi energi.
Kebakaran TPA Putri Cempo terjadi sejak 2 September 2026. Hingga hari ketiga, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman untuk memastikan seluruh bara api benar-benar padam dan masyarakat di sekitar tetap aman. (one/redaksi)

3 hours ago
3














































