Bogor Diguyur Hujan Deras, BMKG: Bukan Tanda Musim Kemarau Berakhir

1 day ago 2

JAKARTA, iNews.id -Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor termasuk Cibinong, pada Sabtu (18/7/2026) malam lalu. Padahal, Jawa Barat mengalami kekeringan akibat musim kemarau dalam beberapa waktu belakangan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipicu oleh gangguan atmosfer regional dan bukan tanda berakhirnya musim kemarau.

 Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

Baca Juga

BMKG: Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan hujan lebat yang terjadi di Bogor dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.

"Bahwa hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau," kata Guswanto kepada awak media, dikutip Senin (20/7/2026).

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

Baca Juga

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

BMKG mencatat, seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, rata-rata curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |