Bupati Witiarso Tinjau Temuan Situs Diduga Peninggalan Ratu Kalinyamat, Dukung Pelestarian Cagar Budaya

3 days ago 8

Jepara, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyatakan komitmennya mendukung pelestarian situs bersejarah yang diduga berkaitan dengan masa pemerintahan Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.

Dukungan itu disampaikan langsung Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau lokasi penemuan situs bersama sejumlah pegiat sejarah dan budaya, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Witiarso melihat langsung sejumlah titik yang diyakini masyarakat memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Ratu Kalinyamat.

Salah satunya adalah Langgar Bubrah, bangunan yang dipercaya telah berdiri sejak era pemerintahan sang ratu. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir juga ditemukan sejumlah artefak yang diduga memiliki nilai sejarah penting.

“Di Kriyan ada penemuan Langgar Bubrah yang diyakini masyarakat sudah ada zaman Kerajaan Ratu Kalinyamat. Ada juga beberapa temuan artefak dalam beberapa tahun terakhir,” kata Witiarso.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Ali Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Assalafy Kriyan Gus Mad, pegiat sejarah dan budaya Kalinyamat M. Hisyam Maliki, serta Petinggi Desa Kriyan M. Khanafi.

Dalam dialog bersama para pegiat sejarah, muncul usulan agar Masjid Al Makmur dilengkapi galeri atau ruang khusus sebagai tempat penyimpanan dan pameran berbagai artefak yang telah ditemukan.

Menurut Witiarso, gagasan tersebut patut dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus edukasi sejarah bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh temuan tetap harus melalui kajian ilmiah yang mendalam agar asal-usul, usia, dan nilai historisnya dapat dipastikan oleh para ahli.

“Ini temuan sejarah yang cukup lama. Jadi memang harus dijelaskan lebih mendalam oleh para ahlinya,” ujarnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Jepara siap memberikan dukungan terhadap setiap langkah pelestarian budaya dan cagar budaya yang dilakukan masyarakat.

“Kalau memang untuk mendukung pelestarian budaya dan cagar budaya, kami akan mendukung sepenuhnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Witiarso juga menyinggung penetapan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi Ratu Kalinyamat sebagai tokoh sejarah nyata yang menjadi kebanggaan bangsa sekaligus identitas sejarah Jepara.

“Alhamdulillah Ratu Kalinyamat sudah dinobatkan sebagai pahlawan. Jadi bukan hanya tokoh yang digambarkan dalam cerita, tetapi benar-benar tokoh nyata yang kita miliki,” katanya.

Sementara itu, pegiat sejarah dan budaya Kalinyamat, M. Hisyam Maliki, meyakini Desa Kriyan merupakan salah satu pusat peradaban Kerajaan Ratu Kalinyamat.

Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah temuan yang tersebar di tiga titik utama, yakni Langgar Bubrah, kawasan Sitinggil, dan Masjid Al Makmur.

Menurut Hisyam, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah maupun wisata budaya.

Namun, upaya pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya status kepemilikan lahan yang sebagian masih milik warga serta keberadaan area pemakaman di lokasi temuan.

“Harapan kita nanti kalau dibangun semacam museum atau lainnya lokasinya tetap di sini,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |