Bupati Wonosobo Serukan Perkuat Gotong Royong di Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya

2 weeks ago 29

Wonosobo, infojateng.id – Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong dan menjaga harmoni di tengah keberagaman sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Wonosobo, baru-baru ini.

Menurut Afif, keberagaman yang dimiliki masyarakat Wonosobo merupakan modal sosial yang sangat berharga. Karena itu, nilai-nilai toleransi dan kerukunan harus terus dirawat agar mampu mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menilai masyarakat Wonosobo saat ini telah melangkah lebih jauh dari sekadar toleransi, yakni menerima perbedaan, menuju harmoni yang diwujudkan melalui kerja sama dan gotong royong.

“Hari ini kita sedang membangun sesuatu yang lebih tinggi, yakni harmoni. Keberagaman tidak lagi sekadar hidup berdampingan, tetapi menjadi kekuatan untuk bekerja sama, bergotong royong, menyelesaikan persoalan bersama, serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Inilah modal sosial yang harus terus kita jaga sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Wonosobo,” ujar Afif.

Bupati menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kohesi sosial yang kuat menjadi faktor penting dalam menciptakan daerah yang tangguh, aman, dan memiliki daya saing.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan, mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika masyarakat hidup rukun, maka daerah akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Afif juga menyebut Grebeg Suran bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan ruang kebangsaan yang mempertemukan tokoh agama, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, pelajar, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Launching dan Pengukuhan Paguyuban Perempuan Penggerak Harmoni dan Kerukunan (P3HK) Kabupaten Wonosobo Periode 2026–2027.

Menurut Bupati, kehadiran P3HK menjadi langkah strategis untuk memperluas gerakan merawat kerukunan dengan melibatkan perempuan sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam membangun karakter generasi sejak lingkungan keluarga.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini. Saya berharap paguyuban ini mampu menjadi motor penggerak lahirnya keluarga-keluarga yang harmonis sebagai fondasi masyarakat yang rukun, kuat, dan tangguh,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonosobo, Agus Kristiono, mengatakan kerukunan tidak cukup dijaga melalui slogan atau seremoni semata, tetapi harus diwujudkan melalui komunikasi dan interaksi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, Grebeg Suran menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi energi pemersatu sekaligus memperkuat kolaborasi lintas agama dan budaya demi menjaga kondusivitas daerah.

“Pembentukan P3HK diharapkan mampu memperluas gerakan merawat harmoni hingga ke tingkat keluarga sehingga nilai toleransi, saling menghormati, dan kepedulian sosial dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Syaiful Mujab. Ia menilai konsistensi penyelenggaraan Grebeg Suran selama 12 tahun menjadi bukti bahwa kerukunan telah tumbuh menjadi budaya hidup masyarakat Wonosobo.

“Kerukunan yang telah terbangun harus terus kita rawat, terutama kepada generasi muda. Tugas kita ke depan adalah memastikan nilai-nilai toleransi, tradisi, dan budaya tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Rangkaian Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 ditutup dengan kirab tumpeng dan gunungan yang diikuti tokoh lintas agama, tokoh adat, budayawan, organisasi masyarakat, serta warga. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |