Batang, infojateng.id – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Batang resmi memiliki nakhoda baru. Magus Suprayitno, yang sehari-hari menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kalisalak, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Batang masa bhakti 2026-2031.
Magus Suprayitno terpilih aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) PPDI yang digelar di Hotel Dewi Ratih Batang, Minggu (7/6/2026). Ia yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Kalisalak itu, langsung membidik penguatan administrasi, digitalisasi, dan pengawalan regulasi kesejahteraan anggota sebagai program prioritasnya.
Usai terpilih, Magus menegaskan bahwa langkah awal kepengurusannya akan difokuskan pada pembenahan internal organisasi dan peningkatan kekompakan antarperangkat desa di seluruh Kabupaten Batang.
“Program pertama kami yang akan dilaksanakan adalah menata administrasi organisasi. Yang kedua, meningkatkan solidaritas, soliditas, dan kekompakan teman-teman perangkat desa se-Kabupaten Batang. Harapan kami jelas, PPDI guyub rukun, kompak, satu komando,” ujar Magus optimis.
Merespons tantangan zaman, Magus berkomitmen penuh untuk mendongkrak kapasitas perangkat desa di bidang teknologi informasi. PPDI Batang ke depan akan memasukkan program pelatihan khusus agar tata kelola keadministrasian desa tidak gagap teknologi.
“Kami akan memasukkan pelatihan terkait digitalisasi agar perangkat desa bisa mengikuti perkembangan zaman dalam penataan administrasi secara digital,” terangnya.
Magus menyatakan siap membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Batang demi memperjuangkan hak-hak anggotanya. Kami langsung akan menindaklanjuti bareng-bareng kerja sama dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Batang untuk terus mengawal PP itu. Bagaimanapun juga caranya biar meningkatkan kesejahteraan perangkat.
Ia berharap, di masa kepemimpinannya, PPDI Batang bisa menjadi organisasi yang transparan dan bersatu padu. Harapan kami yang jelas, satu: PPDI guyub rukun, kompak, satu komando.
Sementara itu, Mantan Ketua PPDI Batang Karnoto memberikan apresiasi tinggi atas jalannya Musda yang dinilai demokratis dan mencerminkan pengamalan Pancasila Sila ke-4 melalui musyawarah mufakat.
Menurut Karnoto, terpilihnya ketua baru secara aklamasi menunjukkan bahwa dinamika dan perbedaan pendapat yang sempat muncul sebelum Musda berhasil diselesaikan dengan kepala dingin demi menjaga kesolidan organisasi.
“Ya, kami sangat mendukung ya demi kekompakan. Faksi-faksi itu. kalau aklamasi kan berarti kompak, satu suara. Walaupun sebelumnya ada gesekan, ada kisik-kisik sedikit, ya wajar lah, namanya Musda kan tidak sepi-sepian. Tapi setelah beberapa lobi, dan akhirnya ya mencapai kesepakatan dengan aklamasi itu,” ujarnya.
Karnoto pun menitipkan estafet perjuangan organisasi kepada Magus untuk menuntaskan pekerjaan rumah (PR) kepengurusan lama yang belum selesai, terutama terkait regulasi turunan di tingkat daerah.
“Saya berharap kepengurusan baru bisa melanjutkan pengawalan Perbup (Peraturan Bupati) dan Perda (Peraturan Daerah) terkait dengan implementasi dari PP Nomor 11 Tahun 2019 yang belum terlaksana sepenuhnya,” pungkasnya.
(eko/redaksi)

14 hours ago
8

















































