GIHN 2026 di Salatiga Dorong Inovasi Kampus Jadi Aksi Nyata bagi Masyarakat

14 hours ago 4

Salatiga, infojateng.id – Inovasi dari perguruan tinggi didorong tidak berhenti pada gagasan atau produk baru, tetapi mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi fokus Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Salatiga yang mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan pembangunan melalui kolaborasi lintas sektor.

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan GIHN 2026 menjadi gambaran ekosistem inovasi yang mempertemukan keunggulan akademik (academic excellence), pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset), dan kecerdasan budaya (cultural intelligence) untuk mendorong lahirnya aksi nyata.

Hal itu disampaikan Robby saat menghadiri pembukaan GIHN 2026 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (10/9/2026).

“Saya pribadi percaya Teras Rektor akan melahirkan banyak gagasan yang cemerlang. Karena forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga ruang konvergensi gagasan, tempat visi akademik bertemu dengan visi pembangunan. Tempat ide-ide strategis dapat bertransformasi menjadi aksi nyata,” ujar Robby.

Menurut Robby, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti sebagai gagasan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuat inovasi lebih relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung.

Ketua Panitia GIHN 2026 Linda Ariany Mahastani mengatakan inovasi tidak selalu identik dengan produk berteknologi tinggi.

Menurutnya, ukuran penting sebuah inovasi justru terletak pada dampak dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui Teras Rektor, ruang dialog yang dikemas lebih santai dan terbuka untuk mempertemukan gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi.

“Kita juga menghadirkan sesi Teras Rektor, karena melalui ruang-ruang perbincangan santai, kita bisa menghadirkan kolaborasi-kolaborasi dan melihat bagaimana kolaborasi perguruan tinggi ini bisa bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita,” jelas Linda.

Selain Teras Rektor, GIHN 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai seminar, talk show, pameran dan lomba inovasi, expo inovasi mahasiswa dan dosen, hingga forum kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi.

Kegiatan tersebut juga diramaikan Lomba Band dan Dance yang diikuti lebih dari 20 tim pelajar dari Salatiga, Semarang, dan Ambarawa.

Rangkaian GIHN 2026 dibuka dengan persembahan tari dari siswa SD Kristen Satya Wacana.

Melalui berbagai agenda tersebut, GIHN 2026 tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan hasil inovasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan ide dengan kebutuhan, kreativitas dengan kolaborasi, serta dunia akademik dengan masyarakat.

Dari kampus, gagasan lahir. Melalui kolaborasi, gagasan tersebut didorong menjadi aksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |