Semarang, infojateng.id – Sebanyak 88 kasus Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV), kelainan bentuk kaki bawaan sejak lahir, telah terdata melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV.
Program tersebut menjadi upaya Polda Jawa Tengah untuk membuka akses penanganan sedini mungkin bagi anak-anak dengan CTEV.
Penanganan sejak dini diharapkan meningkatkan peluang anak untuk tumbuh, berjalan, dan beraktivitas secara optimal seperti anak-anak lainnya.
Dari puluhan kasus yang telah terdata, tujuh anak dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah saat ini mendapat penanganan dan pemantauan medis melalui program tersebut. Mereka berasal dari Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta, dan Demak.
Penanganan dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien. Mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang sedang menjalani tahap koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace dan tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kepedulian terhadap pasien CTEV juga ditunjukkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Diana Ribut Hari Wibowo saat mengunjungi pasien di RS Bhayangkara Tk II Prof. Awaloeddin Djamin, Kota Semarang, Kamis (10/9/2026).
Selain menyapa pasien dan keluarga, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan paket bingkisan sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Bhayangkari.
Di hadapan keluarga pasien, Ribut memberikan semangat sekaligus menguatkan harapan bahwa CTEV dapat ditangani dengan baik apabila mendapatkan perawatan yang tepat.
“Semangat njeh, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Ribut.
Program Polda Jateng Peduli CTEV diluncurkan pada 14 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah.
Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan, pendataan 88 kasus tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
“Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin dini dilakukan, hasilnya akan semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi dalam mengikuti arahan dan perawatan,” jelas Agung.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya melibatkan jajaran kesehatan Polri, tetapi juga dibangun melalui kolaborasi dengan rumah sakit Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan BPJS.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengikuti program penanganan tanpa biaya sehingga faktor ekonomi tidak menjadi hambatan bagi pasien untuk memperoleh perawatan.
“Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengikuti program ini secara gratis sehingga tidak menjadi hambatan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan, terlebih jika berasal dari keluarga kurang mampu,” tandasnya.
Salah seorang orang tua pasien, David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, mengapresiasi program tersebut. Ia berharap penanganan yang diterima putranya dapat membantu sang anak kembali beraktivitas seperti anak-anak seusianya.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” ungkap David.
Hal senada disampaikan Abdul Gofar, orang tua Aida Fitriyah, pasien asal Demak. Ia mengaku bersyukur mendapatkan informasi mengenai program tersebut dan berharap putrinya dapat tumbuh dengan kondisi kaki yang normal.
“Alhamdulillah dengan program ini kami bisa melakukan pengobatan terhadap kondisi yang dialami putri saya. Semoga putri saya bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Program Polda Jateng Peduli CTEV sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan jaringan kepolisian hingga tingkat kewilayahan untuk membantu menemukan persoalan kesehatan yang dialami masyarakat.
Melalui Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes, anak-anak dengan CTEV dapat teridentifikasi lebih awal dan diarahkan untuk memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Dengan pendataan dan kolaborasi lintas lembaga tersebut, Polda Jateng berharap semakin banyak anak dengan CTEV yang mendapatkan akses penanganan secara cepat dan tepat. (eko/redaksi)

1 day ago
7
















































