Pati, infojateng.id – Sebanyak 50 ambulans dari berbagai unsur di Kabupaten Pati mengikuti apel kesiapsiagaan di halaman Mapolresta Pati, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk memastikan kesiapan kendaraan dan pengemudi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Puluhan ambulans yang mengikuti apel berasal dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Kesehatan, ambulans desa hingga ambulans MLU LazisNU.
Apel yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dipimpin Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit. Kegiatan turut diikuti jajaran pejabat utama Polresta Pati, perwira Satlantas, personel Satlantas dan Sat Samapta, serta para pengemudi ambulans.
Kombes Pol Sigit mengatakan, kesiapsiagaan ambulans tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga kemampuan dan kesiapan pengemudinya.
Menurutnya, ambulans harus mampu bergerak cepat ketika dibutuhkan, namun tetap mengutamakan keselamatan pasien, pengemudi, maupun pengguna jalan lainnya.
“Ambulans memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Karena itu, kendaraan dan pengemudinya harus sama-sama siap sehingga ketika dibutuhkan bisa bergerak cepat, tepat, dan aman,” kata Sigit.
Tekankan Safety Driving
Sigit menekankan bahwa kebutuhan untuk bergerak cepat dalam situasi darurat bukan alasan bagi pengemudi ambulans mengabaikan keselamatan berlalu lintas.
Pengemudi diminta tetap memperhatikan kondisi jalan, kepadatan arus lalu lintas, cuaca, serta situasi di sekitar ketika melakukan manuver.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau memberikan ruang dan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas darurat.
“Cepat bukan berarti harus mengabaikan keselamatan. Kami juga mengajak pengguna jalan memberikan prioritas dan ruang kepada ambulans, tetapi pengemudinya tetap harus berhati-hati dan memperhitungkan kondisi di sekitarnya,” ujarnya.
Dalam apel tersebut, para pengemudi ambulans mendapatkan pembekalan mengenai safety driving dari Unit Kamsel Satlantas Polresta Pati serta materi TPTKP.
Sigit berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi antara kepolisian dan seluruh pengelola ambulans sekaligus meningkatkan profesionalitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pastikan kendaraan laik jalan, peralatan lengkap, dan pengemudi dalam kondisi siap. Jangan sampai ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, justru terjadi kendala di perjalanan,” pungkasnya. (eko/redaksi)

7 hours ago
3
















































