Batang, infojateng.id – Sebanyak 75 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Batang mulai mempersiapkan penguatan digitalisasi pembelajaran yang akan diterapkan pada 2027.
Persiapan tersebut mencakup kesiapan perangkat, infrastruktur pendukung, hingga kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Persiapan itu dibahas dalam pembekalan 75 kepala sekolah SMP se-Kabupaten Batang yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang di Aula Agrowisata Pagilaran, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi pelaksanaan program pendidikan selama 2026 dan persiapan program pendidikan pada 2027.
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, pembekalan kepala sekolah rutin digelar setiap tahun untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pada tahun berikutnya.
“Biasa kita selenggarakan tiap tahun dengan tujuan evaluasi kegiatan sampai dengan tahun 2026, kemudian persiapan 2027,” kata Bambang.
Salah satu fokus persiapan 2027, kata dia, adalah penguatan sarana pembelajaran berbasis digital melalui Papan Informasi Digital (PID).
Bambang menyebut seluruh 75 SMP yang mengikuti pembekalan telah menerima perangkat PID. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, masing-masing sekolah berencana mendapat tambahan sekitar dua hingga tiga perangkat pada 2027.
“Rencana tahun depan akan diberi tambahan sekitar dua sampai tiga PID,” ujarnya.
Rencana penambahan perangkat tersebut diperoleh Bambang setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta selama dua hari.
Menurutnya, PID nantinya tidak sekadar digunakan sebagai papan informasi, tetapi menjadi perangkat interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.
“Untuk pembelajaran. Papan interaktif di ruang kelas. Dalam mengajar nanti menggunakan model digital,” jelasnya.
Sekolah Diminta Siapkan Listrik dan Guru
Seiring bertambahnya perangkat digital, Bambang meminta sekolah menyiapkan infrastruktur pendukung agar perangkat dapat digunakan secara optimal.
Persiapan tersebut meliputi lokasi pemasangan perangkat, kapasitas listrik, serta kesiapan tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi dan aplikasi pembelajaran digital.
“Tolong untuk ditempatkan di tempat yang baik dan digunakan sesuai juklak. Listrik juga harus dipastikan cukup, jangan sampai dayanya tidak kuat,” katanya.
Selain infrastruktur, kesiapan guru menjadi perhatian. Disdikbud Batang berencana memberikan pelatihan penggunaan perangkat dan aplikasi pembelajaran digital kepada tenaga pendidik.
“Untuk mendukung kemampuan guru, nanti ada pelatihan-pelatihan. Karena aplikasi itu juga harus didukung kemampuan gurunya,” ujar Bambang.
Pengelolaan BOS dan Revitalisasi Sekolah Disorot
Dalam pembekalan tersebut, Disdikbud Batang juga mengingatkan kepala sekolah agar tertib dalam pengelolaan anggaran, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui ARKAS.
Hal yang sama berlaku dalam pelaksanaan program revitalisasi fisik sekolah. Bambang meminta seluruh sekolah berpedoman pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Ia secara khusus mengingatkan sekolah agar tidak melakukan penggelembungan anggaran dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Pelaksanaan revitalisasi harus sesuai juklak dan juknis yang ada. Jangan sampai ada mark up anggaran dalam RAB,” tegasnya.
Bambang juga meminta seluruh administrasi pertanggungjawaban kegiatan disusun secara tertib, termasuk pemenuhan kewajiban perpajakan.
Melalui pembekalan tersebut, Disdikbud Kabupaten Batang berharap setiap sekolah dapat mempersiapkan sarana dan prasarana, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat tata kelola anggaran. Dengan demikian, pelaksanaan program pendidikan pada 2027 dapat berjalan lebih optimal. (eko/redaksi)

1 day ago
6
















































