JAKARTA, iNews.id - Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, nama Sarawak mungkin belum sepopuler Kuala Lumpur atau Penang. Namun, kawasan Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan itu perlahan mulai mencuri perhatian sebagai salah satu hidden gems di Asia Tenggara yang menawarkan pengalaman liburan berbeda.
Bukan sekadar menyuguhkan panorama hutan hujan tropis yang masih terjaga, Sarawak juga mengajak wisatawan menyelami kehidupan masyarakat lokal, mengenal tradisi yang diwariskan turun-temurun, hingga mencicipi kuliner yang mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang, seperti ulat sagu.
Baca Juga
Tak Cuma Andalkan Panorama, Labuan Bajo Kini Benahi SDM agar Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
Tren wisata berbasis pengalaman atau 'experiential travel' memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan kini tak lagi puas hanya berburu foto di tempat-tempat ikonik. Mereka ingin terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat setempat, mencoba makanan khas, hingga mengenal budaya yang selama ini hanya dilihat dari layar.
Sarawak tampaknya menjawab kebutuhan tersebut. Wilayah ini memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis berusia jutaan tahun, sungai-sungai yang membelah pedalaman, hingga desa-desa tradisional yang masih mempertahankan adat istiadatnya.
Baca Juga
Wisata Kuliner Korea Selatan untuk Traveler Indonesia: Hidangan, Jajanan, dan Tips Makan
Salah satu pengalaman yang cukup unik adalah berburu ulat sagu, bahan pangan tradisional yang telah lama dikonsumsi masyarakat lokal. Ulat yang hidup di batang pohon sagu tersebut dikenal sebagai sumber protein alami dan menjadi salah satu kuliner khas Sarawak. Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, mencicipi hidangan ini tentu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































