Semarang, Infojateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat pemberdayaan pesantren melalui Program Pesantren Obah. Salah satunya dengan membuka akses beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Program yang digulirkan di era Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen tersebut mendapat antusiasme tinggi. Pada 2026, tercatat 942 pendaftar yang terdiri atas 702 santri dan 240 pengasuh pesantren.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 peserta dinyatakan lolos. Sebanyak 15 penerima mendapatkan beasiswa luar negeri jenjang S1, sementara 58 lainnya menerima beasiswa dalam negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.
Para penerima beasiswa luar negeri akan menempuh pendidikan di sejumlah negara, antara lain China, Mesir, dan Yaman. Bidang studi yang dipilih beragam, mulai kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, hingga teknologi dan keislaman.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, mengatakan seleksi dilakukan melalui tahapan akademik dan wawancara. Materi yang diuji meliputi kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan.
“Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk. Karena itu, pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini,” kata Hasyim.
Untuk penerima beasiswa luar negeri, fasilitas mencakup biaya kuliah, visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, serta tiket pesawat pulang-pergi. Sedangkan penerima beasiswa dalam negeri mendapat bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester.
Dorong Santri Berkontribusi untuk Pesantren
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan santri memiliki keunggulan karena mendapatkan pendidikan keagamaan sekaligus pengetahuan umum.
“Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih. Santri diajarkan tentang toleransi beragama dan aturan kebenaran,” ujar Luthfi.
Luthfi berharap program tersebut terus dikembangkan dan melibatkan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sementara itu, Taj Yasin menegaskan beasiswa tidak hanya bertujuan mencetak lulusan berprestasi secara akademik. Para penerima diharapkan membawa keahlian mereka kembali untuk memperkuat pesantren dan masyarakat.
“Pesantren butuh dokter, pesantren butuh usaha pertanian dan lain sebagainya,” kata Taj Yasin.
Ia menambahkan, penerima beasiswa juga diharapkan memiliki komitmen untuk kembali dan berkontribusi kepada pesantren yang memberikan rekomendasi.
Dari Pesantren Menuju Dunia Kedokteran dan Teknologi
Program tersebut membuka jalan bagi santri untuk mengejar cita-cita tanpa harus meninggalkan akar kepesantrenan.
Salah satunya Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus yang mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
“Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan,” tutur Aqila.
Penerima lainnya, Akhmad Khafidz Al Mubarok, mendapat kesempatan menempuh pendidikan S1 bidang Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China.
“Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi, yaitu China,” ujarnya.
Selain beasiswa, Pemprov Jateng juga memberikan tali asih atau bisyaroh kepada para penghafal Al-Qur’an. Sejak 2025, ribuan santri telah menerima bantuan masing-masing Rp1 juta.
Taj Yasin menegaskan bantuan tersebut tidak dibatasi domisili. Santri penghafal Al-Qur’an yang belajar di pesantren di Jawa Tengah tetap dapat menerima bantuan meski berasal dari luar provinsi.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin kuat dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (one/redaksi)

1 day ago
8

















































