Kirab Budaya Merah Putih Jepara Gerakkan Ekonomi Pedagang Kecil

9 hours ago 4

Jepara, infojateng.idKirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 tak hanya menjadi panggung untuk menampilkan kekayaan tradisi daerah. Keramaian peserta dan penonton juga membawa berkah bagi pedagang kecil yang berjualan di sepanjang jalur kirab.

Salah satunya dirasakan Firman Maulana, penjual es krim keliling. Ia mengaku dagangannya lebih laris dibandingkan hari biasa.

Saat peserta dari jenjang PAUD tampil, hampir satu ember es krim berkapasitas delapan liter miliknya habis terjual.

“Alhamdulillah ada kenaikan. Baru tingkat TK PAUD saja, satu ember hampir habis,” kata Firman, Selasa (18/8/2026).

Firman yang telah berjualan es krim keliling selama sekitar lima tahun sengaja menambah stok untuk mengantisipasi lonjakan pembeli selama kirab.

Dalam kondisi normal, satu ember berisi sekitar delapan liter es krim biasanya dapat habis dalam sehari. Ia menjual beberapa varian rasa, yakni vanila, cokelat, dan stroberi.

Dari ketiga varian tersebut, rasa cokelat dan vanila menjadi yang paling banyak diminati pembeli.

Berkah serupa dirasakan pedagang mainan keliling, Nor Ahmad. Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, itu memanfaatkan keramaian kirab untuk menjajakan berbagai mainan anak.

Kitiran dan balon menjadi dua jenis mainan yang paling banyak dicari. Kitiran dijual dengan harga Rp10 ribu untuk tiga buah.

Menurut Nor, pengunjung kirab cenderung memilih mainan dengan harga terjangkau.

Di luar dampak ekonomi, Kirab Budaya Merah Putih juga menjadi ruang untuk mengenalkan tradisi Jepara kepada generasi muda.

Salah satunya melalui penampilan Obor Tegalsambi yang dibawakan TK Terpadu Tarbiyatul Athfal Muslimat NU Jepara, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara.

Guru pendamping, Lia, mengatakan persiapan penampilan dilakukan selama sekitar dua minggu. Tradisi Obor Tegalsambi dikemas dengan kostum yang lebih modern agar mudah diterima anak-anak.

“Tantangannya menyiapkan anak-anak usia dini. Kami harus mengenalkan bahwa tradisi ini perlu dilestarikan,” ujarnya.

Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 diikuti 59 nomor atau kelompok peserta. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga kelompok umum.

Antusiasme juga terlihat dari warga yang datang menyaksikan rangkaian kirab.

Ana, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, datang bersama tiga anaknya. Ia mengaku tertarik melihat beragam tradisi Jepara yang ditampilkan dalam kirab.

Beberapa di antaranya adalah Perang Obor, Pesta Lomban, serta penampilan tokoh-tokoh sejarah seperti Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan R.A. Kartini.

“Anak saya paling suka melihat drumband,” kata Ana.

Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh peserta mengikuti kirab dalam satu rangkaian hingga kegiatan berakhir.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan pemenang.

Menurut dia, kirab menjadi bagian dari upaya mengembangkan budaya Jepara sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan masyarakat.

Gus Hajar hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Bunda PAUD Jepara Laila Saidah Witiarso.

Sementara itu, salah satu juri, Sarjono, mengatakan penilaian peserta meliputi sejumlah aspek, di antaranya penampilan, kreativitas, kekompakan, dan kesesuaian tema.

Menurutnya, seluruh peserta telah berupaya memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam kirab tersebut. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |