Batang, infojateng.id – Arus investasi di Kabupaten Batang terus menunjukkan tren positif. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di daerah tersebut mencapai Rp6,19 triliun, mendekati target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Capaian tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi pada Triwulan I sebesar Rp3,88 triliun dan Triwulan II yang mencapai Rp2,31 triliun. Investasi pada kuartal kedua juga mampu menyerap 5.396 tenaga kerja, memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Margo Santosa, mengatakan berdasarkan perhitungan sementara, realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mencapai Rp2.316.314.589.523.
“Jika diakumulasikan dengan capaian Triwulan I, maka realisasi investasi Kabupaten Batang sepanjang Semester I 2026 telah mencapai Rp6.198.509.163.391,” kata Margo saat ditemui di kantornya, Jumat (17/7/2026).
Menurut dia, investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai sekitar Rp1,84 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang sekitar Rp461,56 miliar pada Triwulan II.
Ia menilai tingginya minat investor tidak lepas dari berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Batang yang berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian kepada investor sehingga mereka merasa nyaman menanamkan modal di Batang,” ujarnya.
Margo optimistis tren investasi masih akan terus meningkat seiring pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Batang Industrial Park (BIP) yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Menurutnya, keberadaan dua kawasan strategis tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Potensi investasi di Batang masih sangat besar. KEK dan Batang Industrial Park akan menjadi magnet investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan,” katanya.
Untuk memastikan rencana investasi dapat terealisasi, DPMPTSP terus melakukan pendampingan kepada investor melalui koordinasi lintas sektor, percepatan proses perizinan, hingga fasilitasi kebutuhan infrastruktur.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batang juga tengah menyusun Peraturan Bupati sebagai petunjuk pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah.
Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya saing Batang sebagai tujuan investasi.
Melihat capaian hingga pertengahan tahun, Pemerintah Kabupaten Batang optimistis target investasi tahun 2026 dapat terlampaui.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), target investasi Batang tahun ini ditetapkan sebesar Rp7,2 triliun, sedangkan target yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BKPM mencapai Rp8,1 triliun.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai karena berbagai kebijakan pemerintah daerah sangat mendukung investasi, mulai dari penyederhanaan perizinan, penyediaan infrastruktur, hingga terciptanya kondisi wilayah yang aman dan kondusif,” kata Margo.
Kesuksesan menjaga kondusivitas wilayah ini diakui merupakan buah dari kerja keras kolektif. Dukungan penuh dari support system yang solid mulai dari Polres Batang, Kodim 0736/Batang, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, hingga kesadaran warga sekitar menjadi fondasi kokoh yang membuat iklim investasi di Batang tetap sejuk dan menjanjikan. (eko/redaksi)

2 days ago
9

















































