Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk, KSAD Jenderal Maruli Minta Maaf

4 hours ago 2

SURABAYA, iNews.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Maruli yang ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan menegaskan jajarannya bertanggung jawab penuh dan tengah menerjunkan tim investigasi.

Dandim Pangandaran Ungkap Penyebab Jembatan Gantung Ambruk usai Diresmikan

Baca Juga

Dandim Pangandaran Ungkap Penyebab Jembatan Gantung Ambruk usai Diresmikan

Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Maruli saat meninjau Jembatan Garuda di Genting Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). 

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, Jenderal Maruli menilai jembatan gantung tersebut ambruk akibat mengalami beban berlebih (overload). 

Detik-Detik Jembatan Pangandaran Ambruk Saat Bupati dan Rombongan Melintas Terekam Kamera

Baca Juga

Detik-Detik Jembatan Pangandaran Ambruk Saat Bupati dan Rombongan Melintas Terekam Kamera

“Jumlah warga yang menumpuk di satu titik jembatan secara bersamaan telah melampaui batas kapasitas aman yang mampu ditahan oleh struktur bangunan,” katanya.

Dia membeberkan, jembatan gantung yang dibangun oleh TNI AD merupakan kategori jembatan perintis. Konstruksi tipe ini difungsikan sebagai akses penghubung awal bagi masyarakat di wilayah terisolasi yang belum memiliki fasilitas jembatan permanen.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian di Pangandaran. Berdasarkan pengamatan awal, jembatan mengalami overload karena warga berkumpul di satu titik melebihi kapasitas. Jembatan perintis ini ada batas kemampuannya, dan sebenarnya sudah ada papan peringatan pembatasan jumlah pelintas," ujar Maruli Simanjuntak. 

Jenderal Maruli menjelaskan, sebelum diresmikan dan digunakan warga, kekuatan konstruksi jembatan perintis tersebut sebenarnya telah ditingkatkan dari standar awal. Salah satunya penambahan ketahanan tali sling baja yang ditingkatkan sebesar 20 hingga 30 persen.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |