PAYAKUMBUH, iNews.id – Fenomena kabut asap tebal mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir.
Dampak paling parah dirasakan warga di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kondisi kualitas udara di dua daerah tersebut terus memburuk.
Baca Juga
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, 271 Sekolah di Banjar Terapkan PJJ
Asap tebal membuat jarak pandang berkurang dan pemandangan udara terlihat kabur. Pada siang hari, penampakan sinar matahari bahkan tampak berwarna kemerahan akibat terhalang partikel debu dan asap pekat di atmosfer.
Pencemaran udara ini mulai mengganggu kesehatan masyarakat setempat. Sejumlah pengendara dan pengguna jalan mengeluhkan iritasi mata perih, tenggorokan gatal, hingga gejala sesak napas saat melintas di jalan raya.
Baca Juga
Karhutla Ancam Bandara Haji Asan Sampit, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kondisi tersebut memaksa sebagian besar warga membatasi aktivitas di luar rumah dan memilih berdiam diri untuk menghindari paparan asap secara langsung.
"Mata terasa sangat perih kalau berkendara dan tenggorokan cepat sakit. Suasana udara juga makin kabur dari pagi sampai siang," ujar salah seorang pengguna jalan di Payakumbuh, Ralma, Rabu (2/9/2026).
Diduga Kiriman Asap Karhutla Riau
kabut asap yang menutupi wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota diduga kuat merupakan asap kiriman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda provinsi tetangga, seperti Riau dan Jambi.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































