Ngeri! Tangan Bocah Laki-Laki di Gowa Tertancap Pagar Besi Rumah Tetangga

7 hours ago 1

GOWA, iNews.id – Tragis dialami balita berinisial AB (3) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tangan bocah laki-laki tersebut tertancap besi pagar rumah milik tetangganya saat sedang asyik bermain.

Insiden tersebut terjadi di permukiman warga yang berlokasi di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026). 

Pilu! Balita yang Jatuh ke Lubang Proyek Sedalam 4 Meter di Tebet Meninggal

Baca Juga

Pilu! Balita yang Jatuh ke Lubang Proyek Sedalam 4 Meter di Tebet Meninggal

Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gowa berlangsung dramatis. Petugas terpaksa memotong struktur pagar besi menggunakan gerinda dan gergaji mesin demi menyelamatkan korban. 

Diperoleh informasi, peristiwa bermula saat korban AB sedang bermain di area pagar depan rumah tetangganya. Diduga hilang keseimbangan dan lepas dari pantauan orang tua, tangan balita tersebut teringat dan tertusuk besi pagar yang tajam.

Tragis! Balita di Bekasi Tewas Ditusuk, Warga Sempat Dengar Teriakan

Baca Juga

Tragis! Balita di Bekasi Tewas Ditusuk, Warga Sempat Dengar Teriakan

Tim Damkar Kabupaten Gowa yang menerima laporan warga langsung diterjunkan ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Somba Opu. Petugas harus ekstra hati-hati saat memotong batang besi menggunakan gerinda listrik agar percikan api dan getaran mesin tidak melukai bagian tangan korban yang rapuh. 

Proses pemotongan pagar besi yang memakan waktu hampir satu jam tersebut diwarnai tangis dan rintihan kesakitan dari balita malang tersebut. 

Setelah batang besi pagar berhasil dipotong dari struktur utamanya, petugas Damkar bersama tim medis segera mengevakuasi balita tersebut dengan potongan besi yang masih menancap di tangannya ke fasilitas kesehatan. 

Kepala Seksi Operasional dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Gowa, Sahriani mengatakan, proses evakuasi yang membutuhkan ketelitian tinggi agar korban tidak histeris.

"Petugas harus sangat berhati-hati saat memotong besi menggunakan mesin gerinda agar tidak menambah luka pada tangan bocah. Penanganan berlangsung hampir satu jam bersama tim medis," ungkap Sahriani.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |