Perkuat Link and Match, Program PRIMA KITB Antar Ratusan Lulusan SMK ke Dunia Industri

2 weeks ago 25

Batang, infojateng.id – Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang digagas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mulai menunjukkan hasil nyata.

Program yang dirancang untuk memperkuat keterhubungan (link and match) antara pendidikan vokasi dan dunia industri itu berhasil mendorong penyerapan ratusan lulusan SMK ke sejumlah perusahaan di kawasan industri Batang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan keberhasilan PRIMA tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah peserta setiap tahun, tetapi juga dari semakin banyaknya lulusan SMK yang diterima bekerja oleh perusahaan tenant.

“Contohnya PT As Medical Products telah merekrut langsung lulusan SMK Diponegoro Banyuputih. Selain itu, PT Elemental Longfeng juga telah menyerap sekitar 200 tenaga kerja yang berasal dari lulusan SMK di sekitar kawasan industri,” ujar Indri usai penutupan Program PRIMA di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan sebuah kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh luas kawasan atau kelengkapan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Karena itu, KEK Industropolis Batang terus berupaya mencetak tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan etos kerja sesuai kebutuhan industri modern.

“PRIMA bukan sekadar pelatihan lima hari. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata industri melalui penguatan link and match,” katanya.

Ia menjelaskan, perkembangan PRIMA juga terlihat dari meningkatnya cakupan peserta. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, program hanya melibatkan lima SMK dengan 130 peserta. Tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 160 siswa dari delapan SMK di Kabupaten Batang.

Tidak hanya itu, keterlibatan sekolah juga semakin diperkuat. Para guru kini ikut menjadi bagian dari kepanitiaan, berinteraksi langsung dengan tim Human Resources (HR) perusahaan tenant, hingga memahami kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

Dengan pola tersebut, sekolah diharapkan mampu menyesuaikan proses pembelajaran sehingga lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

“Harapannya, sekolah dapat menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan perusahaan sehingga lulusan semakin siap memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Keberhasilan Program PRIMA juga mulai menarik perhatian daerah lain. Indri mengungkapkan, SMK Negeri 1 Batam telah mengajukan pelaksanaan PRIMA secara mandiri dengan target 360 peserta. Sementara PT KJ Tegal juga mengusulkan program serupa yang akan diikuti 106 peserta.

Secara keseluruhan, hingga saat ini Program PRIMA telah melibatkan 756 siswa dan taruna dari berbagai sekolah vokasi.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi Human Resources perusahaan tenant, kurikulum yang disusun bersama Jasa Psikologi Universitas Diponegoro, serta pelatihan disiplin dan ketangguhan yang dipandu instruktur TNI dari PT Binara Mitra Andalan.

Melalui kolaborasi tersebut, KEK Industropolis Batang berharap Program PRIMA terus menjadi motor penghasil SDM vokasi yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi serta kebutuhan tenaga kerja industri di Kabupaten Batang. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |