Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengapresiasi pelaksanaan Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
Program tersebut juga dinilai memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di Kabupaten Batang.
Apresiasi itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, saat menghadiri penutupan Program PRIMA di kawasan KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/2026).
Sri mengatakan, Program PRIMA merupakan bagian dari upaya pembangunan SDM yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor industri.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, instruktur, mitra industri, dan para guru yang telah mendedikasikan tenaga, waktu, serta pikirannya sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, sebanyak 160 siswa dari delapan SMK di Kabupaten Batang mendapatkan pembekalan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, mental, kedisiplinan, dan etos kerja yang menjadi kebutuhan utama dunia industri modern.
Menurut Sri, konsep resiliensi yang menjadi ruh Program PRIMA memiliki makna penting sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan, bangkit dari kegagalan, serta mampu beradaptasi menghadapi perubahan yang sangat cepat di dunia kerja.
“Istilah resiliensi yang menjadi ruh Program PRIMA memiliki makna penting sebagai kemampuan untuk bertahan, bangkit dari kegagalan, dan beradaptasi menghadapi perubahan yang sangat cepat di dunia industri. Dunia industri masa depan penuh dengan tantangan, otomatisasi, dan persaingan yang semakin ketat. Melalui program ini, kami ingin menanamkan daya tahan kepada para peserta agar mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut,” jelasnya.
Ia menilai para peserta merupakan aset berharga yang akan menentukan masa depan pembangunan Kabupaten Batang. Karena itu, penutupan program bukanlah akhir, melainkan awal bagi para siswa untuk menerapkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengikuti pembekalan.
Sri mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, kemampuan bekerja sama, manajemen waktu, integritas, kejujuran, hingga kemampuan berkomunikasi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Disiplin, manajemen waktu, kerja sama tim, kejujuran, integritas, keramahan, dan kemampuan berkomunikasi harus terus diterapkan, baik di sekolah maupun ketika memasuki dunia kerja,” tegasnya.
Menurut Sri, keberhasilan lulusan SMK tidak hanya ditentukan oleh penguasaan hard skill, tetapi juga ditopang soft skill yang kuat sehingga mampu beradaptasi dengan budaya kerja di perusahaan.
Kabupaten Batang saat ini tengah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri strategis di Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuka peluang kerja yang semakin luas bagi masyarakat, khususnya lulusan pendidikan vokasi.
Namun demikian, ia mengingatkan agar generasi muda Batang tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya investasi yang masuk.
“Kita harus menjadi aktor utama di daerah sendiri. Pemuda-pemudi SMK Kabupaten Batang harus mampu mengisi berbagai posisi strategis di industri-industri yang terus berkembang,” ungkapnya.
Sri juga menambahkan, Program PRIMA menjadi salah satu bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil dunia industri.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Batang berharap lulusan SMK memiliki daya saing yang tinggi, siap bekerja, dan mampu langsung terserap oleh industri tanpa memerlukan masa adaptasi yang panjang.
“Program seperti ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang,” pungkasnya. (eko/redaksi)

2 weeks ago
27

















































