Salatiga, Infojateng.id – Putra asli Kabupaten Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah itu di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah dalam forum yang digelar di Salatiga, Rabu malam (15/7/2026).
Di hadapan para pengurus cabang NU, Gus Rozin mengumumkan langkahnya untuk ikut berkontestasi sekaligus memohon doa restu. Langkah tersebut menjadi sinyal awal dimulainya komunikasi politik menjelang Muktamar NU.
“Ini merupakan ikhbar sekaligus meminta doa kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Saya melakukan ini karena saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa bahwa para Ketua PCNU ini bukan orang lain,” ujarnya.
Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati itu menegaskan, keputusannya maju bukan untuk mempertajam persaingan antartokoh. Menurutnya, Muktamar NU harus menjadi momentum mencari solusi atas berbagai tantangan organisasi sekaligus merumuskan arah Nahdlatul Ulama ke depan.
“Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada,” kata Gus Rozin.
Ia juga membantah anggapan bahwa keputusan tersebut diambil secara mendadak. Menurutnya, pencalonan itu telah melalui proses perenungan yang cukup panjang serta komunikasi dengan sejumlah sahabat dan pengurus NU di berbagai daerah.
“Setelah berpikir lama dan sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” ungkapnya.
Profil Gus Rozin
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin merupakan ulama asal Kabupaten Pati yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pemerintahan. Saat ini, ia menjadi Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Margoyoso, Pati sekaligus menjabat sebagai Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Gus Rozin dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2024–2029. Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Masyayikh, lembaga yang bertugas menjamin mutu pendidikan pesantren di Indonesia.
Dengan rekam jejaknya di dunia pesantren, pendidikan tinggi, dan organisasi NU, majunya Gus Rozin dalam bursa calon Ketua Umum PBNU dinilai menjadi salah satu warna baru dalam kontestasi Muktamar NU. Kehadiran tokoh asal Pati tersebut juga diharapkan mampu membawa aspirasi warga nahdliyin Jawa Tengah di tingkat nasional. (one/redaksi)

3 days ago
9

















































