Batang, infojateng.id – Subah Run 2026 tidak sekadar menjadi ajang olahraga untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lomba lari tersebut juga menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi atletik di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, yang telah berlangsung sejak era 1970-an.
Semangat itu terlihat sejak pagi. Sekitar pukul 05.00 WIB, warga mulai memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalur perlombaan. Tepuk tangan dan dukungan masyarakat mengiringi para peserta yang datang dari berbagai daerah.
Camat Subah M. Yasin mengatakan Subah Run 2026 dirancang tidak semata-mata untuk mengejar siapa yang tercepat mencapai garis finis.
“Ini bukan event sekadar lomba, bukan siapa yang finish dulu, bukan siapa yang larinya cepat. Subah Run 2026 hadir untuk memupuk kebersamaan warga sekaligus mendorong olahraga rekreasi yang berpeluang menjadi agenda sport tourism daerah,” kata Yasin saat ditemui di Kantor Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi modal untuk mengembangkan Subah Run pada tahun-tahun berikutnya.
“Kalau hari ini alhamdulillah sukses, tahun yang akan datang nanti kita bisa perbaiki dan lebih memeriahkan lagi supaya banyak peminatnya dan lebih banyak pesertanya,” ujarnya.
Tradisi Lari Sejak 1970-an
Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Batang Karyono mengatakan Subah memiliki sejarah panjang dalam perkembangan olahraga lari di Kabupaten Batang.
Menurut dia, lomba lari 10 kilometer di kawasan tersebut telah dikenal sejak dekade 1970-an. Tradisi itu dinilai berpotensi menjadi pintu masuk untuk menemukan bibit-bibit atlet baru.
“Tahun 70-an itu sudah ada, ajang ini berpotensi besar melahirkan bakat-bakat baru. Dari PASI mengharapkan dengan adanya penyelenggaraan ini bisa menciptakan atlet-atlet pelari, terutama jarak jauh,” kata Karyono.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Teguh Supriyanto menambahkan, tradisi lomba lari di Subah sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang meski nama kegiatan terus berganti.
“Namanya berubah-ubah, dulu pernah Wira Wiri Subah. Tapi yang pasti setiap tahun selalu ada event lari,” ungkap Teguh.
Tradisi tersebut bahkan pernah melahirkan sejumlah atlet yang mampu menorehkan prestasi di level yang lebih tinggi.
Salah satunya Hadi Nur Ikhsan, atlet asal Desa Kemijing, Kecamatan Subah. Dia pernah memperkuat kontingen Jawa Tengah pada PON XX Papua dan meraih medali perunggu nomor 400 meter putra. Hadi juga pernah memegang rekor nasional remaja nomor 1.000 meter.
Ada pula Subur Santoso yang pernah memperkuat Indonesia pada Asian Athletics Championships 2015 nomor 100 meter. Pelari tersebut juga mencatat waktu 10,60 detik pada kualifikasi Porprov 2018.
Diikuti Sekitar 500 Peserta
Subah Run 2026 kini mulai berkembang menjadi ajang yang menarik minat peserta dari luar Kabupaten Batang. Sekitar 500 pelari mengikuti kegiatan tersebut. Peserta datang dari sejumlah daerah, antara lain Blora, Demak, Jepara hingga Semarang.
Panitia menyediakan beberapa kategori lomba sesuai jenjang dan usia peserta. Rute 2 kilometer diperuntukkan bagi pelajar SD, sedangkan kategori umum menempuh jarak 5 kilometer. Sementara kategori umum dan master mengikuti rute sepanjang 10 kilometer.
Selain menjadi ruang rekreasi dan olahraga masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana regenerasi atletik di Batang.
Penyelenggaraan Subah Run juga menjadi upaya mempertahankan identitas Subah sebagai salah satu kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam olahraga lari.
Dengan dukungan masyarakat dan semakin luasnya peserta dari berbagai daerah, Subah Run 2026 diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang bukan hanya meramaikan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mendukung sport tourism sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pelari-pelari baru dari Kabupaten Batang.
Lebih dari sekadar mengejar garis finis, Subah Run menjadi bagian dari upaya merawat warisan atletik daerah agar tradisi lari yang telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu tetap hidup dan melahirkan generasi berprestasi. (eko/redaksi)

11 hours ago
3

















































