Waspadai Mikroplastik, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Kedungsegog

11 hours ago 3

Batang, infojateng.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengajak masyarakat Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, mewaspadai ancaman mikroplastik.

Edukasi tersebut dikemas melalui program Multidisiplin 2 bertajuk “Edukasi Mikroplastik dan Upaya Pencegahannya untuk Mewujudkan Lingkungan Desa yang Bersih dan Berkelanjutan”.

Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kedungsegog, Minggu (16/8/2026), dan diikuti pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat.

Program tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai persoalan sampah plastik yang berpotensi terfragmentasi menjadi mikroplastik.

Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai sumber mikroplastik, dampaknya terhadap lingkungan, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, termasuk tanah dan perairan. Karena itu, perubahan perilaku dalam penggunaan dan pengelolaan sampah dinilai penting untuk mengurangi sumber pencemaran tersebut.

Sekretaris Desa Kedungsegog Shofi menyambut baik edukasi yang diberikan mahasiswa KKN Undip. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan wawasan sekaligus kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahaya mikroplastik dan lebih peduli dalam mengurangi serta mengelola sampah plastik di lingkungan sehari-hari,” kata Shofi.

Dorong Perubahan Kebiasaan

Mahasiswa KKN Undip Moch. Afifulloh Astra Nawa mengatakan edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat mengenai mikroplastik, tetapi juga dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut dia, langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah dapat dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga lingkungan Desa Kedungsegog.

Program tersebut juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Upaya itu dilakukan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat masyarakat.

Selain itu, program tersebut berkaitan dengan SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih.

Program ini juga mendukung SDG 14 tentang ekosistem laut. Pengurangan sampah plastik sejak dari sumbernya diharapkan dapat membantu mencegah pencemaran perairan dan laut akibat sampah plastik maupun mikroplastik.

Libatkan Bank Sampah dan PKK

Afifulloh menuturkan keterlibatan pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kedungsegog, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Ia menilai peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah pencemaran mikroplastik.

Mahasiswa KKN Undip berharap edukasi tersebut dapat mendorong warga Kedungsegog mengambil langkah nyata dalam mengurangi sumber mikroplastik.

Dengan perubahan kebiasaan mulai dari rumah, pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan Desa Kedungsegog yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |