JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan anak membeli jajanan berwarna-warni di sekitar sekolah ternyata tidak bisa dianggap sepele. Di balik tampilannya yang menarik, sebagian makanan dan minuman tersebut berpotensi mengandung zat yang dapat membahayakan kesehatan ginjal apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Tak hanya jajanan, konsumsi jamu atau obat tradisional tanpa kejelasan kandungan juga menjadi perhatian para dokter. Produk-produk tersebut dikhawatirkan mengandung bahan yang bersifat nefrotoksik atau dapat merusak jaringan ginjal.
Baca Juga
Warna Urine Anak Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengatakan masyarakat masih kurang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia dini. Padahal, jumlah pasien gagal ginjal terus meningkat setiap tahunnya.
Menurut dr. Mutalib, selain penyakit seperti diabetes dan hipertensi, pola konsumsi makanan serta minuman sehari-hari juga berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal.
Baca Juga
Main HP Sebelum Tidur Bikin Ginjal Terus Produksi Urine, Ini Penjelasan Dokter
"Banyak makanan dan obat-obatan atau jamu yang bersifat nefrotoksik. Orang tua harus aware agar anak-anak tidak jajan sembarangan," ujar dr. Mutalib saat Peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, belum lama ini.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































