7.515 Atlet Pelajar Jateng Berebut Medali, Bibit Juara Masa Depan Mulai Ditempa

3 days ago 16

Semarang, Infojateng.id– Sebanyak 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah turun dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2026.

Popda yang digelar 1-6 September 2026 ini bukan hanya soal mengejar medali. Ajang tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus mencari bibit atlet yang dipersiapkan menuju level nasional.

Ribuan atlet itu terdiri dari 1.647 atlet SD, 2.335 atlet SMP, dan 3.533 atlet SMA. Mereka akan bertanding di 23 cabang olahraga dengan 522 nomor pertandingan, didampingi 1.210 pelatih dan 334 ofisial.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Popda menjadi tahap penting dalam pembinaan atlet secara berjenjang.

“Popda merupakan dasar untuk kita nanti take off ke Popnas. Adik-adik ini adalah bibit unggul yang akan mengharumkan nama Jawa Tengah,” kata Luthfi saat membuka Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, olahraga tidak boleh hanya mengejar medali. Lebih dari itu, olahraga harus menjadi sarana membentuk anak muda yang disiplin, bertanggung jawab, sportif, dan memiliki mental juang.

“Olahraga adalah kebutuhan dasar sekaligus gaya hidup anak-anak muda sehingga ke depan memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab, dan jiwa petarung,” tegasnya.

Luthfi juga meminta seluruh atlet dan pihak yang terlibat dalam pertandingan menjaga sportivitas serta profesionalisme.

Dengan tema “Tingkatkan Tradisi Prestasi”, Popda Jateng 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru sekaligus menjaga tradisi prestasi Jawa Tengah.

Apalagi, pada Popnas 2025, kontingen Jateng berhasil menempati peringkat kedua. Popda tahun ini pun menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan kekuatan menuju Popnas 2027.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Aria Chandra Destianto mengatakan, jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbesar. Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga di masing-masing daerah.

“Adanya Popda bisa mengukur pembinaan di masing-masing kota, kemudian berjenjang ke tingkat provinsi hingga nanti nasional,” ujarnya.

Semangat mengejar prestasi juga terlihat dari dua atlet panjat tebing asal Blora, Yuniar dan Inasya. Keduanya datang dengan target emas setelah pada Popda sebelumnya hanya meraih perak. “Popda tahun lalu dapat perak, tahun ini ingin dapat emas,” ujar keduanya.

Popda Jateng 2026 akhirnya bukan sekadar pertandingan. Di sinilah ribuan atlet muda menguji kemampuan, menempa mental, dan mulai menapaki jalan menuju panggung prestasi yang lebih tinggi. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |