Batang, infojateng.id – Produksi Alas Roban The Series di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diharapkan tidak hanya menghadirkan tontonan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari budaya, sejarah, tradisi, hingga pariwisata kepada masyarakat yang lebih luas.
Proses syuting serial tersebut berlangsung di sejumlah lokasi di Kabupaten Batang, salah satunya di Pasar Njarsari, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kamis (3/9/2026).
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan turut terlibat dalam produksi tersebut dengan memerankan dirinya sendiri sebagai Bupati Batang. Dalam salah satu adegan, Faiz berkesempatan beradu akting dengan pemeran utama, Michelle Ziudith Waselly.
Faiz mengatakan keterlibatannya dalam produksi Alas Roban The Series merupakan pengalaman pertama dirinya bermain dalam sebuah film.
“Hari ini ada syuting film Alas Roban, untuk serial di Netflix. Setelah kemarin sukses dengan dua film dengan lebih dari 2 juta penonton, ini nanti akan tayang di Netflix dalam bentuk serial,” kata Faiz.
Menurut dia, pemanfaatan sejumlah lokasi di Batang sebagai bagian dari produksi film dapat menjadi peluang untuk mengenalkan daerah tersebut kepada penonton di luar Batang.
“Harapannya, semakin bisa mengenalkan Batang dengan segala tradisi, sejarah, dan akar budayanya,” ujarnya.
Faiz menilai pengalaman menjalani proses syuting berbeda dengan kegiatan promosi daerah yang selama ini dilakukannya. Ia harus mengikuti arahan produksi, memahami adegan, sekaligus mempersiapkan diri sebelum kamera mulai merekam.
“Belum pernah, baru ini. Biasanya untuk promosi, untuk kegiatan di Kabupaten Batang saja. Tapi ini tadi menurut saya lebih susah,” ungkapnya.
Untuk mempersiapkan diri, Faiz mengaku berlatih secara mandiri sebelum menjalani adegan. Latihan tersebut dilakukan untuk membantu menghafalkan dialog sekaligus memahami karakter dan adegan yang dimainkan.
Ia juga mendapat pengalaman menarik ketika harus menjalani adegan bersama pemeran lain. Bahkan, dalam salah satu adegan, Faiz sempat mengalami benturan dengan aktor lain.
“Rasanya kayak ketabrak meteor. Tapi tidak merasa gugup saat menjalani proses syuting,” kata Faiz sambil bercanda.
Keterlibatan pemerintah daerah dalam produksi tersebut sekaligus menunjukkan dukungan terhadap industri perfilman yang menjadikan Kabupaten Batang sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar.
Menurut Faiz, kehadiran produksi film dan serial di daerah dapat memberikan manfaat promosi yang lebih luas.
Selain memperkenalkan lokasi yang digunakan dalam cerita, produksi film juga dapat membawa penonton untuk mengenal karakter daerah, termasuk sejarah dan kebudayaannya.
“Semoga semakin bisa mengenalkan Kabupaten Batang dengan segala tradisi, sejarah, dan akar budayanya,” pungkasnya.
Dengan dijadikannya Batang sebagai salah satu lokasi produksi, daerah tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat di luar daerah sekaligus memperoleh peluang promosi potensi wisata, sejarah, dan budaya melalui industri perfilman. (eko/redaksi)

1 day ago
4













































