BNPT dan Pemkab Jepara Perkuat Pembinaan Pesantren untuk Cegah Radikalisme

23 hours ago 5

Jepara, infojateng.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memperkuat sinergi dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

Penguatan komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Peningkatan Kemampuan di Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, Jepara, yang berlangsung pada 10–17 Agustus 2026.

Kegiatan mengusung tema “Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme”.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren, sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah setelah adanya deklarasi eks Jamaah Islamiyah (JI) untuk kembali kepada NKRI.

“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah. Kami sepakat setelah deklarasi eks Jamaah Islamiyah kembali ke NKRI,” kata Eddy.

Menurut dia, deklarasi saja belum cukup. Komitmen tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan agar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, lingkungan pesantren didorong memiliki kemampuan untuk membangun budaya toleransi, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mengembangkan kemandirian.

Eddy menambahkan, pemberdayaan santri dan penguatan ekonomi pesantren dinilai menjadi bagian penting untuk membangun ketahanan masyarakat sekaligus memberikan bekal bagi para santri menghadapi masa depan.

“Prinsipnya adalah pemberdayaan dan kemasyarakatan. Kami bersama-sama berkolaborasi untuk memberikan support dan keterampilan kepada murid-murid pondok pesantren,” ujarnya.

Bangun Ekosistem Ekonomi di Pesantren

Ia mengatakan, pemberian keterampilan kepada santri diharapkan menjadi modal untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan pesantren.

Menurutnya, santri tidak hanya dibekali pendidikan keagamaan, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Keterampilan tersebut, kata dia, nantinya bisa digunakan untuk membantu kegiatan ekonomi di pesantren sekaligus membuka peluang usaha bagi para santri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya ke depan mereka bisa menciptakan sistem ekonomi di pesantren, sehingga anak-anak ini punya bekal untuk ke depannya,” ujar Eddy.

Ia juga meminta Pemerintah daerah memastikan program tersebut berkelanjutan. Pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, Sartono Munadi, menegaskan komitmen pesantrennya untuk tetap setia kepada NKRI sekaligus menjaga toleransi dan kerukunan dengan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk setia pada NKRI, serta merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat di sekitar kami tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun latar belakang,” ujar Sartono.

Ia menegaskan komitmen tersebut tidak berhenti dalam bentuk pernyataan atau kegiatan seremonial.

“Insyaallah ini tidak berhenti hari ini saja. Kami akan mewujudkannya melalui sikap dan kerja nyata sehari-hari, baik di lingkungan pondok maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut Sartono, komitmen tersebut menjadi kelanjutan dari proses pembinaan yang selama ini diterima lingkungan pesantren.

Ia berharap pembinaan dan penguatan kapasitas dapat terus dilakukan sehingga nilai toleransi, kebangsaan, serta kerukunan semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari para santri dan masyarakat sekitar.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan Pemerintah Kabupaten Jepara siap mendukung pengembangan Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana maupun kebutuhan pelatihan.

“Terkait sarana prasarana yang dibutuhkan, segera diajukan. Kita siap mendukung supaya lebih baik lagi,” ujar Witiarso.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas pesantren yang membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah membuka ruang untuk membantu sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Tadi saya lihat belum ada yang dicat atau perlu ruangan. Selain sarana prasarana, kebutuhan pelatihan juga bisa kita dukung. Bisa kita sinergikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Witiarso menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pencegahan radikalisme di Jepara.

“Kami bangga diperhatikan pemerintah pusat untuk mencegah radikalisme di Jepara,” katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pesantren, aparat keamanan, dan masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Melalui rangkaian seminar dan peningkatan kemampuan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan memperkuat persatuan, toleransi, kemandirian, dan komitmen bersama dalam menjaga NKRI. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |