Dari Limbah Jadi Cuan! PKK Kudus Belajar dari Batang Kelola Minyak Jelantah

11 hours ago 4

Batang, infojateng.id — Program pengumpulan minyak jelantah di Kabupaten Batang menarik perhatian Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus. Program yang mengubah limbah minyak goreng menjadi bernilai ekonomi tersebut dinilai potensial untuk diterapkan di Kudus.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus melakukan studi tiru ke Kabupaten Batang untuk melihat langsung pengelolaan minyak jelantah, mulai dari pengumpulan hingga pemanfaatannya sebagai bahan baku avtur.

Ketua Tim Penggerak PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengajak rombongan PKK Kudus melihat proses pengumpulan minyak jelantah di Desa Sambong, Rabu (12/8/2026).

Menurut Faelasufa, Desa Sambong menjadi salah satu lokasi yang dinilai aktif dalam pengumpulan minyak jelantah. Dalam sebulan, pengumpulan di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 200 liter.

“Selain letaknya paling strategis, juga dinilai salah satu paling aktif dalam pengumpulan limbah minyak jelantah, hingga 200 liter per bulannya,” kata Faelasufa saat ditemui di Kantor Kelurahan Sambong.

Setahun Berjalan, Raup Rp200 Juta

Faelasufa mengatakan program pengumpulan minyak jelantah di Kabupaten Batang baru berjalan sekitar satu tahun. Meski demikian, program tersebut telah memberikan manfaat ekonomi dan mampu menghasilkan nilai hingga sekitar Rp200 juta.

Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam meningkatkan kuantitas pengumpulan minyak jelantah di tingkat desa.

“Program kami ini kan baru setahun, jadi wajar kalau ada beberapa desa yang belum maksimal dalam pengumpulan jelantah,” jelasnya.

Menurut dia, membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan sekaligus mengumpulkannya menjadi tantangan tersendiri.

Untuk memperkuat program tersebut, PKK Batang menggandeng berbagai pihak, termasuk pemangku kebijakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga warung-warung yang tersebar di desa.

Kolaborasi itu dilakukan untuk memperluas sumber pengumpulan minyak jelantah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

PKK Kudus Ingin Adopsi Program

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani mengatakan kunjungan ke Batang dilakukan untuk mempelajari pengelolaan minyak jelantah yang telah berjalan.

Menurutnya, pengalaman Batang dapat menjadi referensi bagi PKK Kudus dalam mengembangkan program serupa.

“Setelah melihat langsung proses pengumpulan hingga pengolahannya, ilmunya bisa kami aplikasikan ke Kudus,” kata Endhah.

Ia mengatakan PKK Kudus saat ini masih berada dalam tahap mempelajari pola pengelolaan minyak jelantah sebelum diterapkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Menurut Endhah, minyak jelantah merupakan contoh limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai. Namun, melalui pengelolaan yang tepat, limbah tersebut justru dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sebetulnya dari bahan yang ada di sekitar kita, bahkan sangat sederhana, tapi berkat pola pengolahan dan pengelolaan yang tepat, bisa jadi barang berharga bahkan menghasilkan cuan,” ujarnya.

Lirik UMKM hingga Beras Porang

Selain mempelajari pengelolaan minyak jelantah, rombongan PKK Kudus juga meninjau sejumlah stan UMKM binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang.

Endhah mengatakan produk yang dipamerkan memiliki sejumlah kesamaan dengan produk UMKM di Kudus, mulai dari batik hingga jamu.

Namun, salah satu produk yang menarik perhatiannya adalah nasi berbahan beras porang.

“Wah ternyata semuanya ada, sama seperti di Kudus, mulai batik, jamu dan lainnya, cuma yang menarik nasi dari beras Porang yang coba kami adopsi cara menanamnya,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |