IJTI Dorong Pelajar Jadi Pionir Informasi Akurat di Era Media Sosial

12 hours ago 3

Grobogan, infojateng.id — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya membekali puluhan siswa SMKN 1 Purwodadi dengan keterampilan jurnalistik dan literasi digital.

Pelatihan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-28 IJTI sekaligus Bulan Jurnalistik ini. diharapkan membuat pelajar lebih kritis dalam memilah informasi sebelum menyebarkannya di media sosial.

Kegiatan bertajuk Campus Journalism itu digelar di Aula SMKN 1 Purwodadi, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berkolaborasi dengan Bawaslu Grobogan, Penerbit Airlangga, dan SMKN 1 Purwodadi.

Para siswa, khususnya yang mengambil jurusan multimedia, mendapatkan materi mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan naskah berita, proses produksi, hingga editing.

Bidang Advokasi IJTI Muria Raya, Andi Eko Prasetyo, mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar memperkenalkan profesi jurnalis. Para siswa juga dibekali kemampuan untuk memproduksi sekaligus menyaring informasi.

“Kami dari IJTI Muria Raya memberikan pelatihan terkait pembelajaran pengambilan gambar, bagaimana cara membuat naskah kepada teman-teman SMK yang kebetulan mengambil jurusan multimedia,” kata Andi.

Menurut dia, kemampuan membuat konten di media sosial harus diiringi pemahaman mengenai fakta dan hoaks. Pelajar perlu mengetahui bahwa menyebarkan informasi palsu dapat menimbulkan dampak bagi orang lain dan memiliki konsekuensi hukum.

“Adik-adik SMK ini tidak serta-merta memberikan informasi yang tidak benar atau informasi yang hoaks. Kita lebih memberikan pemahaman tentang sanksi hukumnya ketika memberikan berita hoaks tersebut,” ujarnya.

Andi menilai keberadaan jurnalis televisi juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi positif, faktual, dan bertanggung jawab dari lingkungan sekitar di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

“Setidaknya kehadiran teman-teman jurnalis televisi ini akan menjadi penyeimbang dari liarnya media sosial. Kebenaran atau berita yang ada di media sosial bisa kita luruskan melalui teman-teman jurnalis televisi dalam memberikan informasi yang tepat dan akurat,” jelasnya.

Sementara Kepala Bawaslu Grobogan, Fitria Nita Witanti, mengatakan keterlibatan Bawaslu dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bersama IJTI Muria Raya.

Menurut Fitria, media memiliki posisi strategis dalam membantu memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Tema-tema yang diusung adalah tema-tema yang update untuk anak-anak atau siswa SMK ini, sehingga menjadi sangat penting untuk diberikan informasi,” katanya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Bawaslu Goes to School yang memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pengawasan pemilu dan pemilihan.

Fitria berharap pelajar tidak berhenti sebagai penerima informasi. Mereka diharapkan mampu berkembang menjadi kader pengawasan partisipatif.

“Saya kira pelajar ini dapat kita kembangkan dalam kader pengawasan partisipatif sehingga anak-anak atau siswa SMK ini menjadi pionir, artinya menjadi pionir dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.

Guru SMKN 1 Purwodadi, Indah Indrawita, mengapresiasi pelatihan yang diberikan IJTI Muria Raya. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan siswa.

“Untuk kegiatan hari ini saya mengucapkan terima kasih kepada IJTI karena telah memberikan ilmu ke anak didik saya. Mereka happy dan bahagia, dan satu lagi bertambah juga keterampilan untuk hari ini,” katanya.

Indah berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam kemampuan jurnalistik dan produksi konten.

“Harapan kami, kita bisa melanjutkan kerja sama untuk memperluas lagi. Mereka dapat belajar lagi agar mereka menjadi profesional,” ujarnya.

Antusiasme juga dirasakan siswa. Ahmad Luthfi Izzamudin mengaku awalnya kurang tertarik mengikuti kegiatan tersebut. Namun, setelah mengikuti praktik, ia justru menikmati proses pembuatan berita.

“Awalnya saya itu kayak boring, terus saya jadi suka. Tadi yang paling menarik itu pembuatan berita,” ungkapnya.

Ia mengatakan praktik pembuatan hingga editing berita menjadi pengalaman yang menarik. Dari kegiatan tersebut, ia juga memahami pentingnya membedakan informasi hoaks dengan informasi yang dapat dipercaya.

“Kalau hoaks itu tidak asli, informasinya tidak ada dan tidak memiliki kejelasan. Kalau yang asli ada datanya, ada faktanya dan ada kejadiannya,” ujarnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Queen Asteres Yustin Mawar Daniela, mengatakan pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru.

Materi yang diterima meliputi dasar-dasar membuat berita, membedakan fakta dan hoaks, teknik pengambilan gambar, hingga editing.

“Jadi yang pertama diajarkan dasar-dasar membuat berita, lalu membedakan mana yang fakta dan yang hoaks, lalu ada teknik-teknik pengambilan gambar dan editing dan juga banyak hal lagi,” katanya.

Queen menilai keterampilan tersebut bermanfaat, terutama bagi siswa yang akan mengikuti perlombaan atau membuat berbagai karya multimedia.

Ia berharap IJTI Muria Raya kembali menggelar pelatihan serupa di sekolahnya.

“Semoga IJTI mau mendatangi sekolah SMKN 1 Purwodadi untuk mengajari kami lagi,” harapnya.

Melalui Campus Journalism, IJTI Muria Raya berharap pelajar tidak hanya mampu menghasilkan produk jurnalistik, tetapi juga memiliki budaya memeriksa fakta, menyaring informasi, dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikan informasi di ruang digital. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |