Cara Jateng Bangkitkan Olahraga Dayung Lewat Pemanfaatan Rawa Pening

16 hours ago 4

Semarang, infojateng.idJawa Tengah ingin mengembalikan kejayaan olahraga dayung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jateng menyiapkan penguatan pembinaan atlet, dukungan sarana, hingga memperbanyak kompetisi sebagai jalan untuk mengerek kembali prestasi dayung di level nasional dan internasional.

Gubernur Ahmad Luthfi bersama Pengurus Provinsi PODSI Jawa Tengah membahas potensi besar yang dimiliki olahraga dayung Jateng, Rabu (2/9/2026).

Selain potensi yang belum sepenuhnya digarap, juga dibicarakan strategi membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ketua Pengprov PODSI Jawa Tengah, Maryadi Utama, mengatakan, Jawa Tengah memiliki modal alam yang kuat untuk mengembangkan olahraga dayung. Sejumlah bendungan, rawa, sungai, hingga banjir kanal dapat dimanfaatkan sebagai lokasi latihan maupun penyelenggaraan kejuaraan.

“Potensi olahraga dayung kita sangat luar biasa. Dari segi sarana kita punya banyak bendungan, rawa, hingga banjir kanal atau sungai. Daerah tidak kekurangan atlet, cuma kurang pembinaan maupun peralatan,” kata Maryadi.

Menurutnya, pembenahan pembinaan menjadi kebutuhan mendesak karena prestasi dayung Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir belum kembali ke level terbaiknya.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, misalnya, atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, menjadi salah satu yang masih mampu menyumbangkan medali dengan meraih perunggu.

Karena itu, PODSI Jateng mendorong penguatan pembinaan dari tingkat daerah. Selain dukungan peralatan, kompetisi dayung perlu diperbanyak mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi agar semakin banyak atlet muda mendapatkan pengalaman bertanding.

“Sinergisitas dalam pembinaan dan dukungan fasilitas seperti peralatan serta lebih banyak kejuaraan tingkat kabupaten/kota dan provinsi menjadi penting,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, perhatian PODSI Jateng tertuju pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung awal Oktober 2026. Cabang olahraga dayung akan dipertandingkan di Rawa Pening, Kabupaten Semarang.

Persiapan venue kini dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama untuk penanganan eceng gondok yang dapat mengganggu arena pertandingan.

Maryadi mengatakan, pemanfaatan Rawa Pening sebagai lokasi pertandingan tidak sekadar mengejar target olahraga. Event tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Rawa Pening itu potensi wisatanya sangat besar. Jadi selain olahraga dan prestasi, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisatanya. Orang berdatangan tentunya akan belanja, minum dan makan, ekonomi akan bergerak,” katanya.

Konsep tersebut membuat penyelenggaraan olahraga tidak berhenti pada urusan pertandingan. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga, dan penonton diharapkan menciptakan efek berantai bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa, transportasi, hingga destinasi wisata di sekitar Rawa Pening.

Selain persiapan Porprov, PODSI Jateng juga melaporkan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng serta rencana penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur.

Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap upaya PODSI membangkitkan kembali prestasi olahraga dayung. Pemprov akan mendorong koordinasi lintas lembaga agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah.

“Koordinasikan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI,” ujar Ahmad Luthfi.

Dukungan tersebut menjadi penting karena pengembangan olahraga dayung membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya menyangkut pembinaan atlet, tetapi juga penyediaan peralatan, venue latihan dan pertandingan, serta pengelolaan kawasan perairan yang berada dalam kewenangan berbagai instansi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Chandra Destianto, mengatakan, PODSI selama ini konsisten melakukan pembinaan.

Ke depan, kolaborasi akan diperkuat agar pembinaan tersebut mampu menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.

“Koordinasi tersebut tidak hanya pembinaan atlet dan kejuaraan. Kami juga berupaya berkoordinasi dan kolaborasi dengan BBWS dan pihak terkait, karena tempatnya seperti sungai dan rawa itu wewenangnya ada di BBWS dan kabupaten. Ini harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Dengan potensi perairan yang tersebar di berbagai daerah, Jawa Tengah memiliki ruang besar untuk membangun pusat-pusat pembinaan dayung.

Tantangannya kini adalah memastikan potensi tersebut diikuti dengan pembinaan yang konsisten, peralatan yang memadai, kompetisi yang berjenjang, serta dukungan lintas sektor.

Porprov di Rawa Pening diharapkan menjadi salah satu momentum awal untuk menghidupkan kembali gairah olahraga dayung Jateng. Bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadikan olahraga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |