Debat Pilketos SMAN 2 Batang Jadi Ajang Belajar Demokrasi, Ketua OSIS Berpeluang Masuk PTN

1 day ago 8

Batang, infojateng.id – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) di SMA Negeri 2 Batang menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus melatih kepemimpinan.

Enam pasangan calon mengikuti tahapan pemilihan, termasuk debat terbuka untuk menyampaikan visi dan program kerja kepada para pemilih.

Pilketos masa bakti 2026/2027 tersebut diikuti tiga calon ketua OSIS, yakni Athaya Armanti Moza, Octa Fachrana, dan Maulana Achmad Abdurrahman Habiballah. Sementara calon wakil ketua OSIS terdiri atas Shevani Aisyah, Faiz Wirama Dani, dan Atha Azzahra Yuanita.

Sebelum debat, para calon telah menjalani sejumlah tahapan, mulai dari kampanye hingga penyampaian program kepada siswa. Dalam debat, masing-masing calon diberi kesempatan menyampaikan gagasan dan menjawab pertanyaan di hadapan para pemilih.

Kepala SMAN 2 Batang Yulianto Nurul Furqon mengatakan Pilketos menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses demokrasi sekaligus berorganisasi.

“Mereka jadi tidak memilih kucing dalam karung. Ke depan, yang terpilih bisa membawa SMA 2 menuju arah yang lebih baik,” kata Yulianto saat ditemui di Aula SMAN 2 Batang, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, proses pemilihan yang melibatkan siswa secara langsung dapat membentuk pengalaman kepemimpinan dan tanggung jawab sejak di bangku sekolah.

Selain pengalaman berorganisasi, siswa yang terpilih sebagai ketua OSIS juga berpeluang mendapatkan kesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur atau kuota khusus Ketua OSIS yang dibuka sejumlah perguruan tinggi.

“Ini sebuah penghargaan dari negara kepada siswa berpotensi untuk masuk universitas melalui kuota ketua OSIS,” jelasnya.

Yulianto mengakui hingga kini belum ada siswa SMAN 2 Batang yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Namun, tingginya antusiasme siswa dalam Pilketos dinilai menjadi modal untuk mendorong siswa berprestasi di bidang organisasi.

Usai debat, para calon ketua OSIS mengaku mendapat pengalaman berharga dari proses tersebut. Athaya Armanti Moza, Octa Fachrana, dan Maulana Achmad Abdurrahman Habiballah menilai debat memberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan kepada para pemilih, meski waktu yang tersedia terbatas.

“Sebetulnya masih banyak yang ingin disampaikan, tetapi karena waktunya terbatas. Sebagian ide sudah mewakili apa yang diinginkan audiens,” ungkapnya.

Mengenai peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur Ketua OSIS, salah satu calon mengaku termotivasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut jika tersedia dan memenuhi persyaratan.

“Selain belajar berorganisasi dan menjalin komunikasi yang baik, saya juga sudah mendengar kalau di sejumlah universitas memang membuka kuota ketua OSIS. Makanya saya juga ingin masuk suatu perguruan tinggi melalui kuota ketua OSIS,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Carolline, menilai debat memberikan gambaran mengenai gagasan dan kepedulian para calon terhadap sekolah.

“Pelajaran yang dipetik bisa melatih kepedulian karena yang datang tidak cuma anggota OSIS, tetapi perwakilan siswa lain. Harapannya mereka mau membangun SMAN 2 jadi lebih baik lagi,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |