Krisis Air Meluas di Demak, Jurnalis TV Patungan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih

5 hours ago 1

Demak, infojateng.id – Prihatin terhadap krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, para jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menggelar aksi sosial.

Melalui kegiatan bertajuk “Jurnalis TV Patungan Sedekah Air Bersih”, para jurnalis menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membantu warga terdampak kekeringan di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Rabu (2/9/2026).

Dalam aksi tersebut, IJTI Korda Muria Raya menyalurkan tiga truk tangki air bersih. Masing-masing truk berkapasitas 5.000 liter sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 15.000 liter air bersih.

Koordinator kegiatan, Ismail, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian para jurnalis yang sehari-hari bertugas melakukan peliputan di wilayah Demak.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman jurnalis TV yang bertugas di Kabupaten Demak. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Ismail.

Sementara Ketua IJTI Korda Muria Raya, Iwhan Miftakhudin, mengatakan aksi patungan tersebut dilakukan setelah melihat dampak krisis air bersih yang semakin meluas.

“Bakti sosial ini adalah wujud empati jurnalis terhadap kondisi masyarakat saat ini yang terdampak fenomena El Nino,” tutur Iwhan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, kekeringan telah berlangsung sekitar dua bulan dan menyebabkan krisis air bersih di 21 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, menyebut total warga yang terdampak mencapai 33.537 jiwa.

“Saat ini sudah 21 desa yang terdampak kesulitan air bersih. Hal ini terjadi karena fasilitas Pamsimas dan sumur warga sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan harian,” jelas Suprapto.

Kondisi tersebut juga dirasakan warga Desa Ngaluran. Rodiah, salah seorang warga, mengaku bersyukur mendapat bantuan air bersih dari para jurnalis.

Menurutnya, sumur warga telah mengering sehingga kebutuhan air untuk memasak dan minum harus dipenuhi dengan membeli air isi ulang.

“Senang sekali ada bantuan ini. Sudah tiga bulan di sini sulit air bersih, dan akhir-akhir ini makin parah. Biasanya kami terpaksa beli air galon isi ulang. Adanya bantuan ini tentu sangat meringankan beban kami,” kata Rodiah.

Ia menyebut pengeluaran untuk membeli air mencapai sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

Penyaluran air bersih di Desa Ngaluran juga dilakukan melalui kolaborasi IJTI Korda Muria Raya bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodim 0716/Demak, dan BPBD Kabupaten Demak.

Secara keseluruhan, terdapat delapan truk tangki yang mendistribusikan air bersih kepada warga pada hari tersebut. Total bantuan air yang disalurkan mencapai 40.000 liter.

Para jurnalis berharap aksi tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk ikut bergerak membantu warga yang terdampak kekeringan.

Masyarakat juga diimbau menggunakan air bersih secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |