Cilacap, infojateng.id – Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Cilacap Masa Bakti Tahun 2026 – 2031 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Jumat (13/2/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat, Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta mitra kerja kemanusiaan.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi kemanusiaan di wilayah yang kerap dijuluki sebagai “Laboratorium Bencana” di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Cilacap terlantik, Farid Maruf, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap atas dukungan operasional yang luar biasa selama ini.
Farid menegaskan bahwa PMI siap melanjutkan program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami terus berkomitmen membantu Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan melanjutkan program unggulan seperti operasi katarak gratis, bantuan kacamata bagi siswa SD hingga SMP, khitanan massal, hingga layanan ambulans gratis,” ujar Farid.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui Bulan Dana PMI. Mengingat letak geografis Cilacap yang memiliki risiko bencana tinggi, PMI menargetkan kesiapsiagaan yang lebih optimal.
“Kemandirian organisasi adalah keniscayaan. Kami mohon izin kepada Bapak Bupati untuk melanjutkan Bulan Dana PMI lima tahun ke depan guna menopang tugas-tugas kemanusiaan ini,” tambahnya.
Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, memberikan pujian atas capaian PMI Cilacap.
Tercatat pada tahun 2025, perolehan Bulan Dana PMI Kabupaten Cilacap berhasil menjadi yang tertinggi di seluruh Provinsi Jawa Tengah dengan perolehan Rp 3,4 miliar pada tahun 2025.
“Ini prestasi luar biasa. Cilacap mendapatkan Bulan Dana tertinggi di Jawa Tengah. Saya juga mengapresiasi kecepatan Bapak Bupati dalam merespons bencana longsor di Majenang beberapa waktu lalu. Karena Cilacap ini adalah laboratoriumnya bencana, saya berpesan agar PMI hadir membantu masyarakat dalam 6 jam pertama saat terjadi keadaan darurat,” tegas Sarwa.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dalam arahannya mengingatkan seluruh pengurus akan filosofi pendiri Palang Merah Dunia, Jean Henry Dunant.
Bupati berharap semangat ketulusan Dunant saat menolong korban Perang Solferino tahun 1859 dapat terpatri dalam setiap relawan Cilacap.
“Berbicara tentang PMI adalah bicara tentang hati yang peduli dan tangan yang sigap menolong tanpa membedakan kawan atau lawan. Saya ingatkan, ikrar yang diucapkan hari ini adalah janji, dan janji adalah utang yang harus dibayar melalui kerja nyata, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih,” tegas Syamsul.
Bupati juga menekankan bahwa capaian Bulan Dana tertinggi bukan sekadar angka, melainkan bukti tingginya kepercayaan masyarakat.
Pihaknya juga berharap PMI Cilacap mampu menjadi barometer bagi PMI lain di tingkat nasional melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Dalam acara ini juga diserahkan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10 dan 25 kali.
Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari PMI Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Cilacap sebesar Rp 33.414.537. (eko/redaksi)

17 hours ago
15

















































