Cilacap, infojateng.id – Belajar sejarah kini tidak lagi identik dengan membaca buku atau melihat tumpukan dokumen. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Cilacap menghadirkan inovasi DEWI ASRAMA (Destinasi Wisata Arsip Ramah Anak), sebuah layanan wisata edukasi yang mengajak pelajar mengenal sejarah daerah melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya arsip sejak usia dini sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Kabupaten Cilacap.
Mengusung konsep “menyusuri arsip dan sejarah melalui kacamata dimensi, mini diorama, dan film dokumenter”, peserta diajak menikmati berbagai aktivitas edukatif, mulai dari menonton film dokumenter, mengunjungi pameran arsip foto, hingga melihat mini diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah Kabupaten Cilacap.
Kepala Dinarpus Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi, mengatakan DEWI ASRAMA merupakan upaya mendekatkan arsip kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Melalui DEWI ASRAMA kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa arsip bukan sekadar kumpulan dokumen lama. Arsip merupakan bukti autentik perjalanan sejarah yang dapat menjadi sumber pembelajaran, penelitian, sekaligus inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Menurut Fauzi, seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta dapat memahami fungsi arsip tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.
“Pendekatan wisata edukasi kami pilih agar anak-anak menikmati proses belajar. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal arsip, tetapi juga semakin mencintai sejarah dan budaya Kabupaten Cilacap,” katanya.
Melalui program tersebut, pelajar dikenalkan bahwa arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, tetapi merupakan rekam jejak perjalanan sebuah daerah yang memiliki nilai penting sebagai sumber informasi, penelitian, hingga pelestarian identitas budaya.
Layanan DEWI ASRAMA terbuka bagi rombongan sekolah mulai dari siswa kelas V SD hingga SMA sederajat, mahasiswa, maupun organisasi masyarakat. Setiap rombongan dapat diikuti 20 hingga 35 peserta, termasuk guru pendamping.
Kegiatan dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis dalam dua sesi setiap hari dengan durasi sekitar 45 hingga 60 menit. Seluruh layanan diberikan secara gratis.
Bagi sekolah, komunitas, maupun organisasi yang ingin mengikuti wisata arsip, dapat mengajukan permohonan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap sesuai mekanisme yang berlaku.
Melalui inovasi ini, Pemkab Cilacap berharap arsip tidak lagi dipandang sebagai tumpukan dokumen yang membosankan, melainkan menjadi media edukasi yang menarik, memperkaya wawasan sejarah, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah. (eko/redaksi)

1 day ago
1

















































