Dua Hari Operasi SAR, Pemuda di Sragen Ditemukan Tewas Terseret Arus Bengawan Solo

1 day ago 4

Sragen, infojateng.id – Setelah hampir dua hari dilakukan pencarian, seorang pemuda yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Irsad Rivai Musslih (19). Jenazah korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (20/7/2026) malam, setelah sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 20.20 WIB. Penemuan bermula dari laporan warga yang melihat sesosok tubuh mengapung di aliran Bengawan Solo.

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue SAR bersama personel gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi ke Posko SAR dan selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani pemeriksaan medis.

Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen kemudian melakukan identifikasi terhadap korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar bersama dokter rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya berada di tepian Sungai Bengawan Solo, Dukuh Ngipang, Desa Gawan.

Karena cuaca terik, korban kemudian memutuskan turun ke sungai untuk berendam. Namun, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang. Salah seorang rekannya kemudian ikut turun untuk mendampingi.

Nahas, korban terpeleset dan terseret arus sungai. Rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi justru ikut terbawa arus.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan pelampung darurat. Rekan korban berhasil diselamatkan, sedangkan korban hilang dan terseret arus Bengawan Solo.

Sejak laporan diterima, Polsek Tanon bersama Basarnas Surakarta, BPBD Kabupaten Sragen, Tim SAR WKO Kedungombo, Damkar, TRC, Pamapta Polres Sragen, Tim Inafis, tenaga medis, relawan, dan masyarakat langsung melakukan pencarian.

Tim gabungan mendirikan Posko SAR di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta menyusuri bantaran Bengawan Solo.

Setelah sekitar 29 jam pencarian, korban akhirnya ditemukan mengapung di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Tanon Iptu Priyatno mengatakan, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi melalui surat pernyataan resmi.

Setelah seluruh proses kepolisian selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Gawan.

Iptu Priyatno mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama di lokasi yang memiliki arus bawah kuat dan kedalaman yang sulit diperkirakan. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di aliran Bengawan Solo memiliki risiko tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sungai, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |