Waket DPRD Batang: MBG Bukan Sekadar Makanan Gratis, tapi Investasi Generasi Emas

1 month ago 66

Batang, infojateng.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar program pemberian makanan gratis kepada anak-anak sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia.

Wakil Ketua (Waket) DPRD Kabupaten Batang Benny Abidin mengatakan, pemenuhan gizi seimbang sejak masa pertumbuhan akan memberikan dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurutnya, manfaat program MBG tidak bisa diukur hanya dalam waktu singkat. Dampaknya baru akan terlihat ketika anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup sejak usia dini tumbuh menjadi generasi dewasa yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Kalau program MBG sudah ada sejak 10 hingga 15 tahun yang lalu, bisa saja mungkin sekarang hafidz Al-Qur’an lebih banyak,” kata Benny saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2026).

Benny menilai, investasi pada pemenuhan gizi anak juga berpotensi melahirkan lebih banyak talenta unggul di berbagai bidang, termasuk olahraga dan bidang lainnya.

Ia bahkan membayangkan, dengan kualitas generasi yang semakin baik, Indonesia memiliki peluang lebih besar melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional. Bisa juga terjadi yang sepak bola kita bisa masuk Piala Dunia.

Menurut Benny, manfaat MBG juga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Program tersebut dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi program MBG setiap hari, kata dia, dapat menjadi peluang bagi petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar.

“Kebutuhan bahan pangan harian untuk program ini menjadi angin segar bagi para petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal, sekaligus membuka banyak lapangan kerja baru,” jelasnya.

Benny menyadari pelaksanaan program MBG masih diwarnai beragam tanggapan dari masyarakat. Namun, ia menilai pro dan kontra yang muncul antara lain disebabkan belum semua pihak memahami manfaat program tersebut dalam jangka panjang.

“Mengenai ada yang berbagai tanggapan pro dan kontra mungkin karena ketidaktahuan atau kurang memahami saja manfaat program ini. Kami menilai program MBG ini sangat tepat sekali,” tegasnya.

Ia menekankan, pemenuhan gizi anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kualitas generasi penerus akan menentukan masa depan Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.

“Investasi terbesar dari program ini adalah kualitas manusia penerus Indonesia. Kalau ingin Indonesia cerdas, Indonesia kuat, mari kita dukung sama-sama program ini,” pungkas Benny. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |