Batang, infojateng.id – Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMA Negeri 1 Batang dikemas berbeda. Para calon ketua OSIS menampilkan karakter raja dan ratu dari berbagai kerajaan Nusantara sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler sekaligus sarana menyampaikan visi dan misi kepada para pemilih.
Konsep tersebut tidak hanya bertujuan menarik perhatian siswa, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai budaya dan sejarah Nusantara.
Para calon menampilkan tokoh kerajaan dengan kisah yang mengandung pesan moral tentang kejujuran, ketangguhan, kepemimpinan, dan kerja sama.
Sejumlah tokoh yang ditampilkan antara lain Raja Mulawarman yang diperankan Fausta Adi Baswara, Ratu Shima oleh Diah Ayu Maharani, serta Raja Hayam Wuruk yang diperankan Gesta Rangga Aura Sanjaya.
Kepala SMA Negeri 1 Batang Sugeng mengatakan kolaborasi Pilketos dengan kegiatan kokurikuler sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman demokrasi sekaligus menanamkan kepedulian siswa terhadap budaya dan sejarah bangsa.
“Ada Raja Hayam Wuruk, Ratu Shima dan Raja Mulawarman yang semuanya ditampilkan secara maksimal hasil berlatih beberapa pekan. Semoga Pilketos yang dikolaborasikan dengan kokurikuler ini menjadikan siswa mampu membawa nama baik sekolah di masa depan,” kata Sugeng seusai menyaksikan orasi di halaman SMA Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pertunjukan seni tersebut dapat menjadi daya tarik bagi siswa untuk mengenal lebih dekat para calon ketua OSIS. Selain penampilan seni, masing-masing calon juga menyampaikan visi dan misi serta menjawab pertanyaan di hadapan ratusan pemilih.
“Mereka bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan sesuai dengan latar belakang masing-masing dan sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai calon pemimpin yang baik haruslah mampu melayani rakyatnya, demikian pula sebagai ketua OSIS harus bisa melayani warga sekolah, bukan malah minta dilayani,” ujarnya.
Sugeng meminta seluruh siswa mencermati visi, misi, serta program kerja yang disampaikan setiap calon sebelum menentukan pilihan.
Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan gagasan, bukan karena iming-iming pemberian tertentu.
“Simak betul-betul orasi yang dipaparkan, berdasarkan daya pikir, untuk dijadikan pilihanmu, bukan karena iming-iming benda atau apa pun karena bisa mencederai proses berdemokrasi,” tegasnya.
Salah seorang siswa, Althaf, menilai Pilketos tidak sekadar menentukan pemimpin OSIS untuk satu periode. Menurutnya, pengalaman dalam proses pemilihan dapat menjadi pembelajaran demokrasi yang berkelanjutan bagi siswa.
“Ketiganya sudah mewakili harapan kami. Semoga apa yang dijanjikan bisa benar-benar terwujud untuk kemajuan SMAN 1 Batang,” harapnya.
Althaf juga mengapresiasi konsep Pilketos yang dipadukan dengan kegiatan kokurikuler. Ia mengatakan keterlibatan siswa dalam tim sukses membuat proses pemilihan membutuhkan kerja sama dan kreativitas.
“Tahun kemarin saya juga jadi timses salah satu pasangan calon yang membutuhkan kerja sama antara siswa dan warga sekolah lainnya, hingga menyuguhkan penampilan yang menarik perhatian pemilih,” katanya.
Menurutnya, konsep tersebut membuat penyampaian visi dan misi calon ketua OSIS menjadi lebih menarik serta lebih mudah diterima siswa.
“Semoga siapa pun nanti yang terpilih bisa amanah dan menjalankan tugas dengan baik demi kenyamanan warga sekolah,” tandasnya. (eko/redaksi)

10 hours ago
4
















































