Rembang, infojateng.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang terus memperluas distribusi bantuan air bersih untuk membantu masyarakat dan sekolah yang mengalami keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr. Samsul Anwar, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak 9 Juli 2026. Memasuki Agustus, penyaluran dilakukan setiap hari mulai 2 hingga 31 Agustus dan berlanjut hingga September.
Hingga 5 September 2026, PMI Rembang telah menyalurkan sekitar 415 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Mulai 9 Juli kita sudah menyalurkan air bersih. Kemudian bulan Agustus mulai tanggal 2 sampai 31 Agustus rutin setiap hari, dilanjutkan September ini,” ujar Samsul saat dihubungi, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, pendistribusian dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Sejumlah wilayah sasaran berada di bagian timur, barat, hingga selatan Kabupaten Rembang.
Di wilayah timur, bantuan antara lain disalurkan ke Desa Bonjor. Sementara di wilayah barat, distribusi dilakukan ke sejumlah desa di Kecamatan Kaliori, seperti Randugosong dan Banggi.
Adapun di wilayah selatan, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Warugunung, Kecamatan Bulu, Desa Logung, Kecamatan Sumber, serta Desa Pondokrejo.
“Tiap hari kita dropping air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Dari Rembang timur SDN Bonjor, sampai Rembang barat Kaliori ada Randugosong dan Banggi. Ke selatan ada Warugunung Bulu, Logung Sumber, Pondokrejo,” katanya.
Menurut Samsul, jumlah air yang dikirim dalam setiap distribusi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi. Volume bantuan berkisar antara 5.000 hingga 25.000 liter dalam sekali pengiriman.
Salah satu distribusi dengan volume cukup besar dilakukan di Desa Warugunung, Kecamatan Bulu. Pada Minggu (6/9/2026), PMI Rembang mengirimkan sekitar 25 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
PMI Rembang menargetkan distribusi bantuan air bersih sepanjang 2026 mencapai 1,35 juta liter. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya PMI membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Bagi desa maupun sekolah yang membutuhkan bantuan, PMI Kabupaten Rembang membuka pengajuan distribusi air bersih melalui surat permohonan bantuan.
Samsul mengatakan mekanisme tersebut diperlukan agar PMI dapat memetakan kebutuhan di lapangan sekaligus menentukan wilayah yang menjadi prioritas penyaluran.
“Dengan pengajuan permohonan, kita bisa memetakan kebutuhan dan menentukan wilayah yang menjadi prioritas distribusi,” ujarnya. (eko/redaksi)

10 hours ago
4
















































