Keren! Siswa SD di Pelosok Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA

1 month ago 64

Boyolali, infojateng.id – Tinggal di pelosok Kabupaten Boyolali tidak menghalangi siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Ibrahim Al Abrar untuk mengukir prestasi di bidang teknologi.

Ia berhasil menemukan celah keamanan (bug) pada sistem atau domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Atas temuannya tersebut, Ibrahim yang akrab disapa Ibra mendapatkan apresiasi dari NASA. Prestasi itu kemudian mendapat perhatian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN Andi Yusuf bahkan datang langsung ke Boyolali untuk bertemu dengan Ibra pada Selasa (21/7/2026). Kedatangannya disambut Bupati Boyolali Agus Irawan bersama Ibra dan ayahnya, Aminudin, di Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Andi memberikan apresiasi atas langkah Ibra yang memilih melaporkan celah keamanan tersebut kepada pihak NASA melalui jalur yang benar.

Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber.

“Nanti pengembangan ke depannya juga akan selalu kita monitoring,” ujar Andi saat menyerahkan apresiasi dari BSSN kepada Ibra.

BSSN juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bakat Ibra di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Dukungan tersebut bahkan dapat berlanjut hingga jenjang pendidikan tinggi apabila minat dan kemampuan Ibra di bidang tersebut terus berkembang.

Bupati Boyolali Agus Irawan mengaku bangga atas prestasi yang diraih Ibra. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi talenta-talenta muda lainnya di Boyolali untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.

“Ini benar-benar sangat luar biasa sekali. Semoga nanti talenta-talenta hebat yang ada di Kabupaten Boyolali akan menyusul seperti prestasi Dik Ibrahim ini,” kata Agus.

Perjalanan Ibra hingga berhasil mendapatkan apresiasi dari NASA bermula dari kegemarannya bermain gim. Sang ayah kemudian mengarahkan Ibra untuk mempelajari coding.

Kemampuan tersebut terus dikembangkan hingga Ibra tertarik mendalami bidang keamanan siber atau cyber security.

Ia belajar secara mandiri melalui berbagai artikel dan informasi di internet, termasuk kisah orang-orang yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem lembaga internasional.

Dari situlah muncul keinginan Ibra untuk mencoba mencari celah keamanan pada sistem publik NASA. Upaya tersebut tidak langsung berhasil.

Setelah melakukan percobaan hingga empat kali, ia akhirnya mendapatkan konfirmasi melalui email dari NASA bahwa celah keamanan yang ditemukannya valid.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga akhirnya mendapatkan pengakuan dari NASA.

Ibra mengaku senang sekaligus sempat tidak percaya diri ketika mengetahui temuannya mendapat apresiasi. Ia mengatakan, pengalaman tersebut semakin memotivasinya untuk terus belajar di bidang keamanan siber.

“Ke depannya saya ingin menjadi cyber security yang ada etikanya juga, tidak berbuat jahat,” ujar Ibra.

Sang ayah, Aminudin, mengaku sangat bangga melihat pencapaian anak laki-laki satu-satunya tersebut.

Ia berharap Ibra dapat menjadi contoh bagi kakak dan adiknya sekaligus menginspirasi anak-anak lain untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, meski memiliki keterbatasan akses dan fasilitas.

Menurut Aminudin, keluarga mereka tinggal di wilayah Boyolali utara yang cukup jauh dari pusat perkotaan.

Keterbatasan fasilitas belajar tidak membuat Ibra berhenti mengembangkan diri. Ia memanfaatkan akses internet sebagai sarana belajar dan menggali pengetahuan.

“Sebagai orang tua saya sangat senang, sangat bangga, karena bagaimanapun dulu nggak pernah terpikir sejauh ini. Apalagi saya tinggalnya di pelosok desa sana di Boyolali utara, jauh dari perkotaan, minim fasilitas belajar, hanya memanfaatkan internet,” tutur Aminudin. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |