Boyolali, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten Boyolali mendorong penguatan investasi hijau dan berkelanjutan sebagai strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus kelestarian lingkungan.
Saat ini Pemkab Boyolali tengah menyiapkan regulasi yang memberikan insentif khusus bagi investor yang menerapkan prinsip investasi hijau.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana saat membuka Seminar Investasi Hijau bertema “Bersama Boyolali Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan” yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Boyolali di Aula Bapperida Boyolali, Rabu (22/7/2026).
Seminar tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Boyolali serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Wabup Dwi Fajar mengatakan, regulasi yang tengah disusun tersebut diarahkan untuk memberikan penghargaan, insentif fiskal, dan kemudahan bagi pelaku usaha yang mampu menerapkan standar EESG (Economic, Environmental, Social, and Governance) dalam kegiatan operasionalnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi investasi yang masuk ke Boyolali. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan modal yang ditanamkan di daerah memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
“Langkah ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang investasi, melainkan untuk memprioritaskan dan memastikan bahwa modal yang masuk ke Boyolali ke depan akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam di Boyolali,” ujar Fajar.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan inovatif dan perspektif baru terkait pengembangan investasi berkelanjutan.
“Saya berharap forum ini nanti akan menghasilkan gagasan inovasi, perspektif baru, yang mampu memetakan tantangan dan juga memberikan peluang untuk mewujudkan investasi hijau atau investasi lestari,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Boyolali Dwi Sundarto mengatakan, seminar tersebut menjadi wadah strategis untuk memetakan berbagai tantangan sekaligus menyinergikan langkah konkret dalam mempercepat transisi investasi menuju pola yang lebih berkelanjutan.
Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha dan asosiasi, sektor perbankan, Ikatan Notaris Indonesia, akademisi, pakar lingkungan, hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan komitmen kolektif di antara seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap kebijakan investasi,” ujar Dwi.
Ia berharap strategi yang dirumuskan melalui kolaborasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Boyolali yang tangguh dan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan informasi, DPMPTSP Boyolali juga telah membuka Ruang Layanan Informasi Investasi Hijau dan Berkelanjutan di lantai satu kantor DPMPTSP. Layanan tersebut dilengkapi dengan nomor hotline yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi terkait investasi hijau dan berkelanjutan.
Seminar tersebut menghadirkan Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari dan Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta Verry Fahrudin sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fajar juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para narasumber dan sejumlah pemangku kepentingan yang dinilai telah mendukung program investasi hijau dan berkelanjutan di Kabupaten Boyolali.
Sebelumnya, para penerima penghargaan juga melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan investasi lestari di Boyolali. (eko/redaksi)

1 month ago
65
















































