LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Jumat (18/9/2026) pagi. Letusan terjadi pukul 08.43 WIB dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu erupsi berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 115 detik.
Baca Juga
Gunung Semeru Meletus Lagi, Abu Vulkanik Tebal Membubung Setinggi 1 Km ke Langit
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 18 September 2026, pukul 08:43 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi, Jumat (18/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Baca Juga
PVMBG Turunkan Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Jadi Waspada, Ini Alasannya
Masyarakat di luar jarak tersebut juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Baca Juga
Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Turun Jadi Waspada, Erupsi Terakhir 31 Agustus
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Editor: Donald Karouw
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































