Tim Pencari Fakta PBB: AS Mungkin Lakukan Kejahatan Perang di Iran

4 hours ago 1

JENEWA, iNews.id - Misi pencari fakta PBB mengungkap kemungkinan Amerika Serikat (AS) melakukan kejahatan perang di Iran. Penyelidikian tim merujuk pada dua serangan militer menargetkan sekolah dan pusat kebugaran pada 28 Februari. Serangan itu menewaskan ratusan orang, sebagian besar anak-anak.

Temuan tersebut akan diserahkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss.

Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Baca Juga

Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Misi Pencari Fakta Internasional Independen tentang Iran menyelidiki perilaku AS selama perang Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 serta respons pemerintah Iran terhadap demonstrasi besar-besaran yang dimulai pada akhir Desember 2025. 

Tim panel yang didukung PBB mengidentifikasi serangan militer AS menggunakan rudal Tomahawk terhadap sekolah di Kota Minab. Satu serangan lain, melibatkan rudal presisi yang bisa melepaskan serpihan logam, di atas kompleks olahraga dan area perumahan Kota Lamerd.

Terungkap! AS Hantam 13.000 Target Iran dalam 38 Hari, Balasan Rudal Tak Berhenti

Baca Juga

Terungkap! AS Hantam 13.000 Target Iran dalam 38 Hari, Balasan Rudal Tak Berhenti

“Menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, misi tersebut menemukan alasan yang cukup untuk meyakini bahwa Amerika Serikat melakukan kejahatan perang berupa serangan tanpa pandang bulu mengakibatkan hilangnya nyawa atau luka pada warga sipil atau kerusakan pada objek sipil,” bunyi peryataan Misi Pencari Fakta Internasional Independen, dikutip Jumat (18/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |